Bayi 16 Bulan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Cabul

TKP

Rabu, 22 Januari 2020 | 18:10 WIB

200122180710-bayi-.jpg

Septian Danardi

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto saat memberikan keterangan.

PELAKU asusila tak melihat calon korbannya. Seperti yang dialami bayi berusia 16 bulan asal Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, yang mengalami pendarahan hebat akibat ulah dari pelaku bejat.

Pelaku dan korban tinggal satu atap di sebuah rumah yang nota bene tidak layak huni. Mengenaskan nasib balita tersebut. Diduga telah menjadi korban pencabulan anggota keluarga dekat.

"Latar belakang sebagai keluarga kurang mampu bisa menjadi faktor penyebab pelaku nekat mencabuli balita. Peristiwanya terjadi Senin (13/1/2020). Sudah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota dan hingga kini masih dalam pengusutan," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto saat ditemui, Rabu (22/1/2020).

Diungkapkan Ato, rumah orangtua korban dihuni oleh dua keluarga. Selain kedua orangtua korban, di rumah itu pun ada pasangan suami istri, yang dimana istrinya merupakan kakak dari orangtua korban (Uwak).

Dikatakannya, orangtua korban pada Senin (13/1/2020) mau pindah rumah, dan ibu korban beres-beres barang yang akan dibawa. Sementara ayah korban belum pulang dari pekerjaannya sebagai buruh serabutan.

"Pada saat membereskan barang-barang itu, korban ditinggal tidur di dalam kamar. Setelah selesai beres-beres barang, ibu korban bermaksud menggendong korban. Tapi ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah," katanya.

Dari kejadian itu, ibu korban terkejut dan panik. Ia segera membawa korban ke tetangganya. Korban dilakukan pemeriksaan, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban.

"Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan. Korban dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapat perawatan sekaligus visum," katanya.

Sementara ibu korban, kata Ato, melaporkan kejadian itu ke Polres Tasikmalaya Kota. Dari kronologis tersebut, lanjut Ato, keluarga korban menduga kuat terduga pelaku adalah kakak ipar korban.

"Usianya sekitar 35 tahun, saat ini diamankan pihak keluarga untuk menghindari aksi main hakim sendiri," kata Ato.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro, belum bisa memberikan kepastian terkait kasus pencabulan yang menjadi korbannya bayi usia 16 bulan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA