Tim Puslabfor Dalami Kebarakan Kantor Desa Neglasari Kabupaten Tasikmalaya

TKP

Selasa, 21 Januari 2020 | 18:16 WIB

200121181743-tim-p.jpg

Septian Danardi

Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP di Kantor Desa Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya.

TIGA hari pasca kejadian terbakarnya Kantor Desa Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya, Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (21/1/2020).

Tim Puslabfor memeriksa seluruh sudut kantor desa yang terbakar hingga mengamankan sejumlah barang bukti. Abu dan puing sisa kebakaran hingga serpihan bahan yang tidak terbakar.

"Kami datangkan Tim Puslabfor Mabes polri untuk mencari secara pasti penyebab terbakarnya kantor desa ini," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo Tarigan, dilokasi kejadian.

Ada banyak informasi yang berkembang di lokasi kejadian. Hal ini dikarenakan, adanya kesaksian warga yang melihat ada pengendara motor melempar sesuatu ke kantor desa tersebut dan tak lama kemudian muncul api dan membakar kantie desa.

Ada pula dugaan adanya kekesalan warga yang menjadikan terbakarnya kantor desa memunculkan kejanggalan tersendiri. Apalagi, kepala desanya sempat didemo ratusan warga karena dituduh tidak transfaran dalam anggaran.

"Kita belum tau hasilnya nunggu uji forensik, ada yang dibawa tadi dari lokasi terbakarnya kantor desa oleh tim Puslabfor," kata Siswo.

Camat Jatiwaras, Enong Mawadi Majid mengungkapkan, warga sempat melakukan aksi demo di kantor desa. Aksi demo sendiri dilakukan 6 januari dan 15 januari lalu atau tiga hari sebelum terbakarnya kantor desa. Tapi untuk kejadian ini, kasusnya sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Sementara salah seorang saksi mata, Dandy yang juga merupakan mantri kesehatan Desa Neglasari, sempat mendengar suara pecahan kaca disusul letupan menyerupai kemunculan api yang disusul kobaran api diruang tengah kantor desa.

Tak lama pascasuara pecah kaca, dua sepeda motor meninggalkan lokasi kantor desa. "Saya dengar ada dua motor lewat setelah terdengar kaca pecah dan letupan kaya api itu, tapi bisa aja kan motor tapi itu, bisa saja tukang sayur yang mau kepasar atau dugaan pelaku saya tidak bisa memastikannya," katanya.

Hingga saat ini lokasi kantor Desa yang terbakar masih dipasang garis polisi. Barang yang berada didalam Kantor Desa juga belum berubah. Puing puing kayu, dokumen hingga kelengkapan Kantor yang sudah jadi abu masih berserakan dalam ruangan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA