Masjid Ini Sudah Lebih dari 10 Kali Kemalingan Kotak Amal

TKP

Kamis, 16 Januari 2020 | 21:45 WIB

200116213657-masji.jpg

Dicky Mawardi

KOTAK amal masjid masih tetap menjadi sasaran pencurian. Seperti yang terjadi di Masjid Al-Mubarokah, Kampung Kancah RW 14, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Aksi pencurian yang terekam CCTV itu dilakukan oleh seorang pria berpeci dengan pakaian hitam, Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 06.15 WIB. Sebuah kotak amal berisikan uang ratusan ribu berhasil digondol pelaku.

Dari rekaman CCTV, pelaku masuk melalui pintu depan masjid yang tidak terkunci. Sebelum melakukan aksinya, terlihat pelaku mengamati situasi sekeliling masjid.

Kemudian mendekati kotal amal yang tersimpan di depan pintu masjid. Setelah merasa aman, pria berpeci hitam itu merusak gembok kotak amal dengan menggunakan obeng.

Pelaku hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk membongkar gembok kotak amal. Selanjutnya, pria yang wajahnya tidak dikenali itu kabur di tengah sepinya situasi masjid.

Ketua RW 14, Yayat Solihin mengungkapkan, pencurian kotak amal di Masjid Al-Mubarokah sudah beberapa kali terjadi. Karena itulah, dewan kemakmuran masjid (DKM) memutuskan untuk memasang CCTV. Namun, meski sudah terpasang kamera pengintai tidak membuat orang yang berniat mencuri kotak amal mengurungkan niatnya.

"Mungkin, masjid ini menjadi sasaran pencurian kotak amal, karena lokasinya di pinggir jalan. Seingat saya, sudah lebih dari 10 kali terjadi pencurian kotak amal," kata Yayat, Kamis (16/1/2020).

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Yayat, sejak setahun lalu dipasang dua CCTV. Kejadian terakhir, wajah pelaku terlihat jelas di CCTV.

"Wajahnya terlihat namun tidak dikenal. Kemungkinan bukan warga sekitar sini. Bisa saja warga luar yang kebetulan lewat atau memang sengaja berniat mencuri kotak amal Masjid Al-Mubarokah," tuturnya.

Ia mengungkapkan, masjid di sekitar Desa Cihideung rawan pencurian kotak amal. Beberapa kali kejadian, pelakunya belum ada yang berhasil ditangkap.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA