Mencoba Kabur, Dua Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas

TKP

Jumat, 13 Desember 2019 | 20:49 WIB

191213204208-menco.jpg

dok

ilustrasi

TIM Jatanras Satreskrim Polres Garut membekuk dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini kerap meresahkan warga. Kedua tersangka, biasa beroperasi di wilayah Tarogong.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, kedua tersangka ditangkap Rabu (11/12/2019) di wilayah Kecamatan Banyuresmi. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

"Dua orang tersangka yang diamankan masing-masing berinisial SF (41), dan Dhl (42)," ujarnya, Jumat (13/12/2019).

Menurut Maradona, penangkapan terhadap kedua orang tersangka itu bermula dari adanya laporan seorang petani yang mengaku telah kehilangan sepeda motor miliknya saat tengah menggarap sawahnya.

"Hari Rabu itu, sekitar pukul 11.00 WIB, seorang warga melapor ke kami bahwa kendaraannya dicuri orang," katanya.

Setelah menerima laporan tersebut, terang Maradona, Unit Jatanras Satreskrim Polres Garut dengan dipimpin langsung olehnya langsung melakukan identifikasi.

Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan saksi dan barang bukti, lanjut Maradona, pihaknya kemudian mengantongi identitas para pelaku yang mengarah kepada dua tersangka.

"Tersangka SF lebih dulu kami amankan di rumahnya di wilayah Banyuresmi. Selanjutnya kami amankan tersangka Dhl," katanya.

Maradona menyebutkan, saat diminta untuk menunjukkan barang bukti hasil kejahatan, kedua tersangka kompak berusaha melarikan diri. Sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dengan menembak bagian kaki tersangka SF dan Dhl.

"Saat kami minta tunjukan barang bukti, keduanya malah mencoba lari, sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur," ucapnya.

Maradona menuturkan, dari tersangka pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit sepeda motor merk Honda Beat, serta kunci letter T yang digunakan tersangka saat menjalankan aksinya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih memburu tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan. Diduga masih banyak kendaraan bermotor lain hasil kejahatan SF dan Dhl yang kini ada di tangan penadah.

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 Juntco Pasal 65 KUHP. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA