Tim Tabur Kejagung Bekuk Terpidana Korupsi Jual Beli Nikel

TKP

Kamis, 21 November 2019 | 16:39 WIB

191121162141-tim-t.jpeg

langgam.id

ilustrasi


KEJAKSAAN Agung menangkap Atto Sakmiwata Sampetoding (60), terpidana kasus korupsi jual beli nikel kadar rendah antara Pemkab Kolaka dengan PT Kolaka Mining International.

Atto yang merupakan Managing Director PT Kolaka Mining International, ditangkap Tim Tangkap Buronan alias Tim Tabur Kejagung di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (20/11/2019) malam sesaat setelah ditolak masuk ke wilayah Malaysia oleh otoritas yang berwenang.

"Ini (penangkapan Atto) berkat koordinasi antara Kejaksaan, Atase Imigrasi, Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur dengan otoritas yang berwenang di Malaysia," jelas Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Sunarta di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Terpidana Atto langsung diterbangkan ke Jakarta dan dibawa ke Rutan Kejaksaan Agung di Salemba. "Dalam konteks ini (penangkapan terhadap Atto), kami melaksanakan putusan MA," ucapnya.

Penangkapan ini menindaklanjuti putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 199K/Pid.Sus/2014 tanggal 26 November 2019, yang menyebut Atto dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam jual beli nikel kadar rendah antara Pemkab Kolaka dengan PT Kolaka Mining International yang merugikan negara lebih dari Rp 24 miliar.

Atto kemudian divonis penjara lima tahun, pidana denda Rp 500 juta dan dibebani membayar uang pengganti sebanyak Rp 24,1 miliar. Namun sebelum jaksa mengeksekusi, Atto melarikan diri. Ia pun menjadi buronan sejak 2014.

Sunarta menambahkan penangkapan terhadap Atto merupakan penangkapan ke 153 yang dilakukan Tim Tabur Kejagung sepanjang tahun 2019.

Sementara sejak Tim Tabur dibentuk oleh Kejaksaan pada 2018, tim ini tercatat telah menangkap 360 orang pelaku kejahatan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA