Motor Curian Pelaku Curanmor yang Ditangkap di Indramayu "Dilempar" ke Kalimantan

TKP

Senin, 18 November 2019 | 17:55 WIB

191118175625-motor.jpg

Remy Suryadieist


SEBANYAK 24 orang pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian bermotor (curanmor) antarprovinsi diringkus Polres Indramayu. Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, barang curian yang berhasil "dipetik" kemudian "dilempar" ke Pulau Kalimantan.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi mengatakan, puluhan pelaku yang ditangkap biasa melakukan pencurian kendaraan bermotor di beberapa daerah di Jawa Barat hingga DKI Jakarta.

"TKP di Wilayah Indramayu, Bekasi, Subang, Purwakarta, Jakarta Utara, dan Sumedang," ucap Rudy dalam konferensi pers di Polres Indramayu, Senin (18/11/2019).

Di tempat yang sama, Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y. Marzuki menjelaskan, para pelaku beraksi dengan modus menggunakan kunci palsu hingga kunci Leter T.

"Para pelaku merupakan sindikat curanmor dan curas dengan modus operandi menggunakan kunci palsu atau Letter T dan begal, jambret," ujar Yoris.

Lebih lanjut Yoris mengungkapkan, setelah beraksi dengan mulus, para pelaku menyetorkan hasil kejahatannya untuk diubah nomor mesin hingga membuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu. Hal itu dilakukan para pelaku agar sepeda motor curian tersebut tampak memiliki surat kendaraan yang lengkap.

"Dengan kata lain pembeli sepeda motor tidak akan mengetahui kalau barang tersebut merupakan hasil kejahatan. Jadi perubahan itu dilakukan setelah motor ditampung penadah. Setelah itu sepeda motor dijual ke Pulau Kalimantan yang dikirim melalui kapal dari Pelabuhan Marunda Jakarta Utara," ungkap Yoris.

Yoris menyebutkan, selain mengamankan kendaraan bermotor. Polisi juga turut mengamankan barang bukti senjata tajam jenis golok dan parang, pistol mainan, bukti pengiriman sepeda motor ke Kalimantan, ratusan lembar STNK palsu, kunci T berikut anak kunci, telepon seluler.

Para pelaku curas, lanjut Yoris, dijerat Pasal 365 KUHP dan diancam dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun penjara. Sementara pelaku curanmor dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara.

"Penadah dijerat Pasal 480 KUHP dan diancam hukuman penjara paling lama 4 tahun serta mereka yang membantu kejahatan dijerat Pasal 481 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara," pungkas Yoris.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA