Penelusuran Polisi, Ini Motif Careuh Tega Tikam Istrinya yang Tengah Hamil

TKP

Selasa, 12 November 2019 | 22:59 WIB

191112223051-penel.jpg

Agus Somantri

Kapolsek Leuwigoong, Iptu Iwan Soleh


PIHAK kepolisian mulai menemukan titik terang motif yang melandasi E alias Careuh (35) tega menikam istrinya, Resi Nursifalah (30) yang tengah dalam kondisi hamil lima bulan. Menurut polisi, peristiwa yang terjadi di Kampung Rapuhan, Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut pada Senin (11/11/2019) kemarin diduga dipicu faktor cemburu.

"Saat ini polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Namun dugaan sementara, motif penikaman tersebut gara-gara cemburu," ujar Kapolsek Leuwigoong, Iptu Iwan Soleh, Selasa (12/11/2019).

Akibat peristiwa tersebut, Resi yang diketahui tengah hamil anak keduanya itu terpaksa harus mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Slamet Garut akibat luka parah yang dideritanya.

"Ia menderita luka di sejumlah bagian tubuhnya, seperti luka sayat di lengan kiri, pinggang kiri, paha kiri, dan bagian lutut. Namun yang paling parah di bagian perutnya hingga ususnya keluar," jelas Iwan.

Menurut Iwan, dari keterangan keluarga korban, mereka mengaku tak tahu menahu penyebab E nekat menikam Resi yang tengah hamil itu. Penikaman terjadi di ruang dapur di rumah bibi korban. Hampir seluruh keluarga menyaksikan perilaku sadis E saat bertubi-tubi mengayunkan pisau ke tubuh Resi.

Keluarga yang panik pun, terang Iwan, langsung meminta tolong kepada tetangga dan segera membawa korban ke Puskesmas terdekat. Namun karena kondisi luka yang diderita korban cukup parah, akhirnya ia dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut.

Sementara E, setelah melihat istrinya terkapar langsung berusaha bunuh diri dengan pisau ke perutnya sendiri.

"Setelah menusuk isterinya, E pun menusukan pisau ke perutnya sehingga mengalami luka. Kini keduanya sama-sama tengah mendapatkan perawatan di RSUD dr. Slamet Garut," katanya.

"Saat ini kasusnya sudah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Garut," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku dan korban baru menikah sekitar lima bulan. Saat menikah, korban merupakan janda dengan satu orang anak. Sedangkan pelaku masih bujangan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA