Kasus Penipuan Akumobil Buka Peluang Ada Tersangka Baru

TKP

Selasa, 12 November 2019 | 21:59 WIB

191112214409-kasus.jpg

Remy Suryadie

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M. Rifai


SATRESKRIM Polrestabes Bandung masih terus melakukan penyidikan kasus dugaan penipuan yang dilakukan PT. Aku Digital Indonesia (Akumobil). Sejalan perkembangan, tak menutup kemungkinan ada tersangka baru pada kasus itu.

"Kemungkinan akan ada tersangka lagi jadi kita lagi memperkuat saksi dan barang buktinya," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M. Rifai kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Kota Bandung, Selasa (12/11/2019).

Rifai menambahkan, sejauh ini penyidik telah melakukan penyitaan lagi terhadap aset milik tersangka Bryan Jhon Satya Andriastian (31). Upaya lain yang telah dilakukan polisi adalah penyitaan aset tersangka di daerah Kota Surabaya.

"Di sana kami membawa dua unit mobil mewah, empat tas mahal, perhiasan emas senilai Rp 20 juta. Ini merupakan tindak lanjut dari penyitaan yang dilakukan di Kota Bandung," tambah Rifai.

Dengan demikian, lanjut Rifai, total aset yang sudah diamankan polisi yaitu 9 unit mobil, 5 unit motor sport, uang tunai Rp 300 juta. Nilai total dari aset yang sudah disita disebutnya sekitar Rp 3,5 miliar.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga akan dilibatkan untuk menelusuri aset konsumen yang ada di bank atas nama PT. Aku Digital Indonesia.

"Kami akan lebih dalam menelusuri tersangka membeli apa saja dari dana konsumen. Kemungkinan untuk tersangka baru ada dari jajaran direktur dan kemungkinan juga dari lainnya jadi mungkin akan ada pasal TPPU (tindak pidana pencucian uang)," terangnya.

Di sisi lain, para korban dari praktik jual beli mobil murah ini melapor polisi secara terpisah. Tercatat ada tiga laporan yang disampaikan kepada Polrestabes Bandung. Sisanya ada yang memilih ke Polda Jawa Barat.

"Kami punya tiga laporan dan ada laporan kemudian di Polda (Jabar). Mungkin akan kami satukan. Nanti ada juga yang mencatat data korban. Sejauh ini sudah ada sekitar lima ratus korban," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA