Polres Cianjur Ringkus 9 Bandar Sabu dan Ganja

TKP

Selasa, 12 November 2019 | 17:49 WIB

191112175023-polre.JPG

Shofira Hanan/"PR"

Sejumlah barang bukti narkoba diperlihatkan kepolisian dalam ekspose di Mapolres Cianjur, Selasa (12/11/2019).


SATNARKOBA Polres Cianjur mengamankan sembilan orang bandar narkoba jenis ganja dan sabu. Sembilan pelaku itu menjadi perantara peredaran barang-barang haram yang berasal dari luar wilayah Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, dari tangan para pelaku diperoleh barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 6,75 gram, daun ganja kering seberat 2,773,97 gram, dan 46 butir obat-obatan terlarang berbagai merk.

"Jadi ini mau kecil atau besar, jualannya sedikit atau banyak. Ketika sudah mengedarkan, ada alat, dan mendapat keuntungan, maka dikategorikan sebagai bandar," tutur Juang di Mapolres Cianjur, Selasa (12/11/2019).

Ia mengatakan, para pelaku berinisial S, DY, AB, ES, DA, AA, AW, FF, UJ, dan AR itu rata-rata mendapatkan barang dari luar kota. Di antaranya dari Sukabumi, Bogor, Bandung, dan Jakarta.

Menurut Juang, para pelaku menyasar kalangan muda, terutama pelajar. Ia menggungkapkan, rata-rata pelaku mampu menjual hingga 4-5 gram narkoba kepada pembeli di Cianjur.

"Para pelaku ini mengakunya baru berjualan sekitar 3-4 bulan. Biasanya menggunakan motor untuk melancarkan usaha mereka sebagai bandar," tuturnya seperti ditulis wartawan "PR", Shofira Hanan.

Lebih lanjut Juang menambahkan, saat berdagang para pelaku memiliki pintu masuk tersendiri atau bisa dikatakan sebagai jalur tikus. Antara lain melalui Jonggol dan Sukabumi, bukan melalui jalur utama yang selama ini sudah sering dirazia oleh aparat kepolisian.

Oleh karena itu, Juang mengaku, akan meningkatkan operasi tindakan preventif untuk mengantisipasi jalur masuk narkoba menuju Cianjur. Selain itu, akan dilakukan pula operasi khusus bagi para bandar narkoba sesuai komitmen awal terkait pemberantasan narkotika.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kesembilan bandar narkoba yang berhasil diciduk itu dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 111 (2) Undang-Undang RI No. 35/2009 tentang Narkotika, dan Pasal 62 Undang-Undang RI No. 5/1997 tentang Psikotropika.

"Mereka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Cianjur untuk pemeriksaan dan pengembangan asal mula narkoba dan obat-obatan terlarang yang mdimiliki," ucapnya.

Juang menegaskan, kepolisian tidak akan main-main dengan persoalan narkoba di wilayah hukum Cianjur. Aparat akan terus menindak dan menumpas peredaran sampai tidak ada lagi celah bagi para badnar atau pengedar di wilayah tatar santri.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA