BNN KBB Amankan 3 Pengedar Sabu Jaringan Lapas

TKP

Kamis, 7 November 2019 | 14:46 WIB

191107144724-bnn-k.jpg

Ginanjar Arief Pratama

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Bandung Barat, memperlihatkan barang bukti saat gelar perkara pengukapan kasus narkotika jaringan lapas, di Gedung D, Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Kamis (7/11/2019).


BADAN Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, yang melibatkan tiga orang pelaku diduga jaringan lapas. Ketiga pelaku merupakan pengedar yang berbeda jaringan dan ditangkap di dua tempat berbeda.

Pertama, petugas BNN mengamankan pelaku berinisial UR alias UU (33) dan AS alias ADU (39), yang berperan sebagai pengatur keuangan serta kurir di Desa Cigugur Girang, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat.

"UR ini perannya sebagai pengatur keuangan, jadi transfer itu pakai rekening dia. Kalau AS sebagai kurir dan penjualnya, total yang diamankan dari mereka sebanyak lima paket sabu seberat 1,25 gram, dan ganja 10,67 gram," terang Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana di Ngamprah, Kamis (7/11/2019).

Pelaku lainnya, kata Sam, AR alias ADI diamankan di halaman Toserba Padalarang beserta barang bukti satu paket sabu seberat 10,11 gram.

"Pelaku AR baru keluar dari tahanan tiga bulan lalu, dan kembali menjadi kurir dan pengedar narkoba. Namun, AR ini tidak berkaitan dengan yang pertama, tapi mereka sama-sama dapat barang dari pengedar di jaringan lapas," terangnya.

Sabu yang diedarkan para pelaku kebanyakan ke wilayah Parongpong dan sekitar Kota Bandung. Sistem edarnya, lanjut Sam, ditempel dan dilemparkan ke semak-semak.

"Pola pengiriman, selain tempel mereka memanfaatkan ojek online juga. Kebanyakan peminat barangnya sudah paham cara pengambilannya," katanya.

Dirinya menambahkan, pemesanan sabu tersebut dari pengedar di dalam lapas dilakukan dengan transaksi menggunakan ponsel dan transfer, tanpa pernah bertatap muka langsung.

"Jadi sampai sekarang mereka berhubungan di udara, tanpa pernah bertemu. Kalau barang sudah terjual langsung uang ditransfer. Kami belum bisa sebutkan lapas mana, karena sedang dalam proses pengembangan," ungkap Sam didampingi Kasi Berantas, AKP Dayat.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA