Positif Steroid

Gara-gara Daging Kolombia, Petenis Ganda Nomor Satu Dunia Mundur dari Australia Terbuka

Sport

Rabu, 15 Januari 2020 | 10:41 WIB

200115104150-gara-.jpg

dailymail

Petenis ganda nomor satu dunia, Robert Farah mundur  dari Australia Terbuka yang digelar mulai 14 Januari – 2 Februari setelah dinyatakan positif menggunakan steroid. Hasil yang diklaimnya dipicu menu daging di negara asalnya.

Dikutip dari DailyMail, Rabu (15/1/2020) atlet berusia 32 tahun itu menyebut hasil tes doping yang membuatnya gagal tampil di turnamen pembuka Grand Slam ini dipicu menu yang disantapnya kala berkunjung ke negara asalnya Kolombia.

Blame the meat!

Farah mengaku menikmati sajian daging selama di Kolombia. Ia juga mengonfirmasi pihak Federasi Tenis Internasional (ITF) telah memberitahu hasil tes dirinya dinyatakan positif steroid anabolik Boldenona.

Berpasangan dengan kompatriotnya Juan Sebastian Cabal (33), Farah menjadi petenis ganda nomor satu dunia berkat capaian impresif sepanjang 2019 dengan dua gelar mayor.

Bersama pasangan di lapangan Juan Sebastian Cabal.

“Aku mendapat kabar dari ITF mengenai Boldenona dalam hasil tes yang dilakukan pada 17 Oktober 2019 di California,” katanya.  Konsekuensinya ia terpaksa absen dari Australia Terbuka. Farah juga menambahkan hasil tes dua minggu sebelumnya di Shanghai menunjukkan hasil negatif.

“Total satu tahun aku menjalani setidaknya 15 tes doping secara random dan semua negatif.” Lebih jauh ia mengatakan seperti yang dinyatakan Komite Olimpiade Kolombia,  Boldenona kerap ditemukan dalam daging di Kolombia dan berpotensi memengaruhi tes doping para atlet.

Bersama partner di luar lapangan Bee.

Meski kecewa, Farah bertekad membuktikan dirinya tidak mengonsumsi steroid. "Saat ini aku tetap percaya diri terkait hasil dari proses ini karena aku tahu aku selalu bertindak dengan benar dan jujur. Aku juga akan bekerja lebih keras dan kembali tampil secepatnya."

Sementara itu Daily Mail Australia yang menghubungi Federasi Tenis Internasional dan Tenis Australia untuk memberikan komentar belum mendapat tanggapan.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA