Ratusan Petenis Junior Ramaikan Turnamen Tertua di Indonesia

Sport

Minggu, 15 Desember 2019 | 16:17 WIB

191215160857-ratus.jpg

Ferdy Soegito Putra

Petenis Putri KU-10 saat tampil di Kejurnas MedcoEnergi FIKS Sportama Junior Tennis Open 2019, di Lapangan Tenis Indor Siliwangi, Kota Bandung, Ahad (15/12/2019).

SEBANYAK 330 petenis dari seluruh klub se-Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) MedcoEnergi FIKS Sportama Junior Tennis Open 2019, di Lapangan Tenis Indor Siliwangi, Kota Bandung, Ahad (15/12/2019). Kejurnas Medcoenergi FIKS Sportama Junior ini merupakan turnamen tertua dan sudah memasuki tahun ke-58.

"FIKS ini sudah 58 tahun, tentu semua pemain tenis sudah pernah merasakan bagaimana tampil di turnamen ini," kata Ketua Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Lapang Seluruh Indonesia (PELTI), Rildo Anando Anwar, usai memberikan sambutan.

Ia berharap dengan berlangsungnya turnamen tersebut Indonesia bisa memiliki bibit-bibit unggul untuk ditampilkan di ajang-ajang internasional.

"Jadi turnamen ini harus dipertahankan karena legend bagi kami dan menghasilkan banyak pemain. Oleh sebab itu saya tetap mendorong," katanya.

Rildo menyebut pihaknya akan terus memonitor perkembangan para petenis-petenis muda yang tampil pada turnamen ini. Pasalnya, para atlet yang sudah membawa gelar juara umum SEA Games 2019 kemarin merupakan atlet junior, salah satunya Priska Madelyn Nugroho.

"Lewat pertandingan jadi tahu dan bisa mengevaluasi, berbeda dengan latihan. Maka dari itu kami akan terus evaluasi dan kordinasi karena pemain-pemain ini yang akan mengganti para seniornya di masa yang akan datang," ujarnya.

Ketua pelaksana, Meiske Wiguna menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan sebanyak 4 Kelompok Umur (KU) mulai dari 10, 12, 14 dan 16 tahun, baik putra maupun putri. Tidak hanya diikuti petenis dari Indonesia saja, sejumlah petenis dari Singapura dan India juga ikut ambil bagian.

"Tahun ini peserta mencapai 330, tahun kemarin 295. Perbedaanya sekarang ditambah KU 10 putra/putri. Sebelumnya hanya tiga kelompok, 12, 14 dan 16. Lalu kami mengadakan 'red ball' mereka tidak hanya dari pulau Jawa tapi juga luar Jawa," jelasnya.

Ia pun berharap dari turnamen tertua ini, pihaknya bisa melahirkan bibit-bibit petenis unggul bagi Indonesia. "Kami harap turnamen ini melahirkan penganti-pengganti," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA