Peraih Medali Emas SEA Games 2019, Muhammad Taufik Ridho Pulang Ke Tasikmalaya Naik Elf

Sport

Selasa, 10 Desember 2019 | 12:40 WIB

191210124338-perai.jpg

Septian Danardi

MUHAMMAD Taufik Ridho, pemuda asal Kampung Cimangu, Desa Cimangu Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, pulang ke kampung halamannya hanya dengan naik kendaraan umum jenis elf.

Atlet Modern Pentathon ini peraih medali emas dan perunggu di ajang SEA Games 2019 Filipina ini bahkan harus dijemput oleh Polres Tasikmalaya, Senin (9/12/2019) malam.

Jangankan sambutan meriah bagi salah satu putra terbaik Tasikmalaya ini untuk transfortasi saja dirinya harus pulang sendiri dengan menggunakan kendaraan umum.

Taufik mempersembahkan dua medali, pertama mendali emas dalam cabang olah raga Modern Pentathlon kategori Mens Beach Laser Individual serta mendali perunggu dalam kategori Beach Triathle Individual.

Mendapati informasi, Muhammad Taufik pulang gunakan kendaraan umum, Polres Tasikmalaya berinisiatif menjemputnya di kawasan Cilawu, Kabupaten Garut.

"Kami mendapat informasi atlet yang sudah harumkan nama bangsa dan daerah Tasikmalaya pulang dengan naik elf, maka kami inisiatif kirim anggota untuk jemput Taufik, ini bentuk kebanggaan saya dan tentunya warga Tasikmlaya atas prestasi yang ditorehkannya," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra.

Saat tiba di Mapolres Tasikmalaya dirinya didampingi istri serta ponakanya yang masih kecil. Ada juga Pemerintah Desa Cimanggu.

Tanpa kehadiran KONI Kabupaten Tasikmalaya maupun pemerintah Daerah Tasikmalaya. Saat tiba di Mako penyambutan sederhana oleh jajaran Polres Tasikmalaya. Padahal, berkat kegigihan usahanya, bendera merah putih dan lagu Indonsia Raya berkumandang di Filipina.

Muhammad Taufik Ridho mengungkapkan, perjalanan dirinya menjadi atlet berprestasi tidaklah mudah. Belajar secara otodidak untuk bisa merasakan prestasi internasional dengan sepuluh tahun latihan keras.

"Sepuluh tahun saya menggeluti olahraga ini. Alhamdulillah SEA Games 2019 ini bisa membuahkan hasil. Medali ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, istri serta keluarga saya di Cimanggu juga tentunya Tasikmalaya serta Bangsa Indonesia," katanya.

"Alhamdulillah saya dijemput oleh Jajaran Kepolisian Tasikmalaya, kalau dari jakarta diantar sama Kementrian Pemuda dan Olahraga sampai Bandung. Dari Bandung saya naik angkutan umum. Tapi sampai Cilawu saya turun karena dijemput oleh mobil polisi. Saya ucapkan terima kasih kepada pak Polisi," katanya.

Taufik mengungkapkan, yang memotivasinya berprestasi yaitu keinginan bertemu ibu yang menjadi TKI Di Arab Saudi. Meski tidak pernah sempat bersimpuh karena ibunya wafat sebelum dirinya meraih prestasi. Namun ia tetap bangga miliki ibu seorang TKI yang menghidupi keluarga.

"Motivasinya ingin ketemu ibu di arab saudi yang jadi TKI, makanya saya berlatih ingin berprestasi. Walau gak sempet ketemu ibu karena wafat. Saya ditinggalkan ibu saya kerja menjadi TKI sejak kecil sejak tahun 1983," katanya.

Taufik bertekad akan terus berjuang untuk berprestasi dan persiapan menghadapi perhelatan Asian Games 2021 mendatang.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA