Mengapa Rossi Masih Bertahan Disaat Generasi Pebalap MotoGP Bergantian?

Sport

Rabu, 20 November 2019 | 23:15 WIB

191120220246-menga.jpg

celebritynetworth.com

Valentino Rossi


PEBALAP Repsol Honda asal Spanyol, Jorge Lorenzo, akhirnya memutuskan pensiun lantaran cedera punggung yang kerap kambuh dan butuh waktu lama untuk sembuh. Ia mengaku telah mempertimbangkannya sejak lama, hingga akhirnya beranggapan penghujung musim ini adalah waktu paling tepat.

"Ketika saya terjungkal di gravel sirkuit Assen, saya berpikir: apakah ini benar-benar layak? Saya selesai dengan semua ini. Saya tidak ingin balapan lagi. Dan membuat keputusan akhir usai MotoGP Malaysia pekan lalu," ujarnya saat menyampaikan pidato akhirnya, dilansir 100KPJ, belum lama ini.

Pensiunnya sosok berjuluk X-Fuera itu membuat semakin sedikit pebalap era 2000-an awal yang kini tersisa. Sebab, pebalap yang saat ini bersaing di MotoGP, baru merasakan kompetisi tertinggi pada dekade kedua setelah memasuki era milenium. Bahkan, hanya ada tiga nama yang memulai karir di kelas tertinggi sebelum musim 2010.

Pebalap itu ialah Andrea Dovisizo yang naik ke kelas utama pada tahun 2008, Aleix Espagaro pada 2009, kemudian sosok legendaris Valentino Rossi yang memulai debutnya di kompetisi tertinggi pada musim 2000 silam. Selebihnya merupakan pebalap muda yang belum genap 10 tahun bertarung di kelas MotoGP.

Dari ketiga nama yang tersisa, Valentino Rossi menjadi saksi bergugurannya para pembalap di kelas tertinggi. Ia pernah berseteru melawan Alex Criville hingga 2001, Max Biaggi hingga 2005, Sete Gibernau hingga 2009, Casey Stoner hingga 2012, Dani Pedrosa hingga 2018, dan yang terakhir, Jorge Lorenzo hingga 2019.

Rossi masih mampu bersaing, ketika rivalnya dari berbagai generasi sudah pensiun dan memilih menjalani profesi lain.
Saat ini, sosok berjuluk The Doctor itu tengah meladeni dominasi pebalap muda seperti Marc Marquez, Fabio Quartararo, Alex Rins, dan juga Maverick Vinales.

Alih-alih pensiun, ia malah ingin menambah masa baktinya bersama Yamaha di MotoGP hingga beberapa musim ke depan.
Bahkan, sang ayah, Graziano Rossi, sempat melontarkan harapan agar Rossi bisa pensiun di usia 46 tahun, sama seperti nomor motor yang menjadi ciri khasnya.

"Saya berharap dia bisa mengakhiri karirnya saat usianya sudah 46 tahun," ujar Graziano dikutip dari Marca pada Februari 2019 silam.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA