Selebrasi Solo Hingga Hujan Kram

Lima Petunjuk Masa Depan Sepak Bola Era Corona dari Comeback Bundesliga

Soccer

Minggu, 17 Mei 2020 | 09:45 WIB

200517094455-dari-.jpg

dailymail

Bundesliga menandai kembali bergulirnya kompetisi top Eropa dengan menggelar laga lanjutan musim 2019-2020 kemarin. Dilakukan saat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir, penampilan para pemain yang berkiprah di liga teratas Jerman menjadi petunjuk bagaimana kompetisi bakal berlangsung setidaknya untuk satu atau dua musim mendatang.

Dikutip dari DailyMail, Minggu (17/5/2020) protokol keamanan demi kesehatan para pemain menjadi pemicu utama atmosfer yang berbeda. Pemandangan tak biasa pun tersaji, belum termasuk aturan baru di luar lapangan. Meski demikian semua tak menghalangi pencinta bola untuk tetap menyambutnya.

Apa saja perubahan dan efek terbesar dari pandemi bagi para pemain dan pencinta bola? Berikut di antaranya:

1. Suporter makin kreatif demi klub kesayangan

Meski jelas dilarang datang ke stadion, tak lantas semua mematuhinya. Sejumlah pendukung klub Bundesliga tetap mendatangi stadion hingga batas yang memungkinkan. Tak ada mobil, berjalan kaki atau bersepeda pun jadi. Hal serupa diperkirakan bakal dilakukan suporter ultra Liga Inggris dan La Liga.

2. Selebarasi solo

Dengan aturan psysical distancing pencetak gol tak akan lagi jadi sasaran para pemain untuk melakukan selebrasi. Tampaknya selebrasi solo menjadi pilihan saat aturan menjaga jarak setidaknya dua meter masih diberlakukan. Meski demikian di laga pembuka kemarin tak semua pemain menjalankan aturan ini karena bisa jadi aneh saja rasanya merayakan gol sendirian.

3. Social distancing di dalam dan luar lapangan

Selain saat berjibaku demi si kulit bundar para pemain kini tak lagi melakukan tradisi sebelum dan sesudah laga seperti biasa. Di antaranya bersalaman di awal dan di akhir laga. Wawancara pun dilakukan dengan mic ber-stik panjang. Dan di luar pemain yang tengah tampil semua yang berada di luar batas lapangan wajib bermasker.

4. Stadion yang sunyi

Salah satu yang menjadi sorotan dan faktor terberat bagi pemain adalah ketiadaan penonton. Pelatih Liverpool Jurgen Klopp bahkan sempat menyebut sepak bola tanpa penonton bak sayur tanpa segalanya.

Meski berbagai kreativitas muncul, mulai dari memenuhi stadion dengan foto suporter hingga aplikasi yang mentransfer tepukan, sorakan hingga siulan dari rumah ke pengeras suara di stadion, semua tak setara dengan atmosfer dari kehadiran puluhan ribu penonton di stadion.

5. Lebih banyak time out

Latihan yang dilakukan secara mandiri rupanya tak memberi efek sama dengan training terstruktur di kamp latihan klub. Sejumlah laga Bundesliga terinterupsi pemain yang kram.

Tujuh puluh menit menjadi waktu maksimal sebelum beberapa pemain "berjatuhan" akibat kram yang dipicu kondisi fisik di bawah level standar. Tensi laga pun tak seketat sebelum pandemi. Tapi untuk yang satu ini diharapkan para pemain segera menemukan formula terbaik yang membuat mereka kembali tampil dengan performa terbaik.

Okay.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA