Tiga Pogba Tiga Nasib Berbeda, Dari yang Bergaji Rp 5 Miliar Hingga yang Hanya Merumput di Divisi 4

Soccer

Rabu, 29 Januari 2020 | 11:00 WIB

200129105832-tiga-.jpg

dailymail

Siapa yang tak mengenal Paul Pogba? Meski kerap membuat kontroversi tak ada yang menafikan kebintangan gelandang berusia 26 tahun ini. Dan ternyata ada tiga Pogba yang berkiprah di lapangan hijau. Meski demikian ketiganya menjalani skenario berbeda bak bumi dan langit.

Si bungsu, Paul yang memilih memperkuat timnas Prancis saat ini menghasilkan £ 300.000 atau Rp 5,3 miliar per minggu di Manchester United dan  membuktikan diri sebagai salah satu pesepak bola paling diinginkan berbagai klub di dunia.

Pogba United: Mathias, Paul dan Flo.

Tetapi berbeda dengan eks pemain Juventus ini, dua Pogba lainnya seolah hanya bayang-bayang sang adik. Bahkan bisa dikatakan mereka harus  berjuang lebih untuk sekadar mempertahankan karier di level tertinggi. Tercatat sebagai pemain pro, Florentin dan Mathias jauh dari jalur sukses Paul.

Perjalanan karier Paul dimulai dari klub junior Old Trafford sebelum ditransfer ke Turin pada 2012. Langkah yang memicu kemarahan manajer kala itu Sir Alex Ferguson. Tetapi pertaruhan spektakuler ini terbayar ketika talenta besar Paul terasah hingga menjelma menjadi gelandang paling berpengaruh dan kreatif.

Kisah Tiga Pogba

PAUL 

Usia: 26

Posisi: Midfielder

Klubs: Manchester United (2011-12), Juventus (2012-16), Manchester United (2016-saat ini) 

Gol: 65

Timnas: Prancis

Caps: 69

Titel: Piala Dunia, Liga Europa, 2x Piala Italia, 4x juara Serie A, 2x Piala Super Italia, Piala Liga Inggris

Struggling Flo.

FLORENTIN

Usia: 29

Posisi: Defender

Klub: Sedan (2010-12), Saint-Etienne (2012-18), Sedan (2012-13, loan), Genclerbirigi (2018), Atlanta United (2019)

Gol: 9 

Timnas: Guinea

Caps: 18

Titel: US Open Cup

Mathias (kanan).

MATHIAS

Usia: 29

Posisi: Striker

Klub: Quimper (2009-10), Wrexham (2010-12), Crewe (2012-14), Pescara (2014-15), Crawley Town (2015), Partick Thistle (2015-16), Sparta Rotterdam

(2016-17), Tours (2018-19), Manchengo (2019)

Gol: 44

Timnas: Guinea

Caps: 4

Titel: Football League 

Flo masih menjadi bayang-bayang Paul.

Bersinar di Juve, Paul pun kembali Premier League. Terlepas dari reaksi beragam terhadap karakternya  di luar lapangan, Paul tetap superstar Setan Merah dan menjadi pemain yang paling dikenal. Tapi berbeda dengannya yang dikaitkan dengan klub-klub raksasa, kakaknya Florentin yang beroperasi sebagai bek tengah saat ini masih mencari klub baru.

Karier Florentin  yang kini berusia 29 tahun dimulai bersama klub Prancis, Sedan  sebelum bergabung dengan Saint-Etienne pada musim 2012. Sempat dipinjamkan, ia menjadi pilihan pertama klub menggantikan Loic Perrin.

Tetapi enam tahun kemudian, setelah 86 kali tampil di level papan atas, Florentin ditransfer ke klub Turki Genclerbirligi dalam kesepakatan jangka pendek. Dan hanya beberapa bulan, namanya menjadi berita utama, tapi untuk  alasan yang salah: terlibat keributan dengan sesama pemain. Kontrak berakhir tanpa perpanjangan, Florentin pun  berstatus free agent.

Bersama merayakan trofi Piala Dunia kebanggaan Paul. 

Berikutnya nama Florentin masuk daftar pemain  Elche di Divisi Segunda tapi negosiasi jangka panjang gagal disepakati. Florentin pun berpetualang di MLS bersama Atlanta United hingga ikut mengangkat trofi Piala Campeones 2019.  Namun Atlanta menolak opsi memperpanjang kontrak.

Seperti Flo, masa depan Mathias pun sama-sama tidak pasti. Striker yang juga saudara kembar Florentin ini terlibat perselisihan terkait kontrak dengan klub divisi empat Spanyol, Manchego dan Lorca. Ketidakpastian seolah menjadi “trademark” Mathias yang sepanjang karier sembilan kali berjersey berbeda.

Meskipun empat kali tampil bersama timnas Guinea, Mathias kesulitan meyakinkan klub-klub Eropa untuk merekrutnya. Tumbuh di Paris, Mathias bergabung dengan akademi muda Spanyol Celta Vigo bersama Florentin di tengah kesulitan adaptasi dan kendala bahasa.

Florentin dan Mathias sama-sama fanatik Pogba.

Gonta-ganti klub, terakhir Mathias dibuat frustrasi setelah ditolak tim divisi tiga Jerman Uerdingen dengan alasan faktor fisik. In short: Si Kembar Pogba masih berjuang mencari klub yang bisa mempertahankan posisi keduanya di lapangan hijau secara profesional.

Di luar perbedaan ini tak ada rasa iri di antara ketiga bersaudara tersebut. Mereka disebut tetap saling mendukung. Utamanya saat kabar miring menyerang Paul dan bully yang diarahkan padanya dari fanatik Setan Merah. Sesuatu yang tampaknya menjadi persamaan terbesar mereka: Family United.




Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA