City Telan Kekalahan dari United

Dari Hujan Botol Hingga Bully, Terekam Lakukan Aksi Memalukan Manchester City dan United Buru Pelaku

Soccer

Minggu, 8 Desember 2019 | 13:13 WIB

191208131236-dari-.jpg

dailymail

Derby Manchester yang mempertemukan The Red Devils dan The Citizens semalam diwarnai insiden yang membuat netizen kedua kubu emosi. Ini terkait aksi memalukan suporter tuan rumah terhadap skuad tamu, tepatnya midfielder Fred. Pesepak bola asal Brasil itu menjadi sasaran rasisme dari pendukung City yang menirukan suara dan gerakan kera ke arahnya.

Dikutip dari DailyMail, Minggu (8/12/2019) klip yang menjadi bukti rasisme terhadap Fred diambil dari footage rekaman Sky Sports di sela laga yang berakhir dengan skor 2-1 bagi Manchester United. Klip yang berikutnya wara-wiri di sejumlah timeline medsos itu pun banjir kecaman dari kedua klub yang saling berhadapan. Tak itu saja ofisial tim tamu yang juga merekamnya dengan kamera handphone menyerahkannya kepada perangkat pertandingan sebagai “laporan”.

Fred menjadi sasaran pelemparan.

Aksi rasis menirukan suara dan gestur kera fans City memicu kemarahan netizen.

Selain rasisme, Fred juga menjadi korban aksi lainnya yang tak kalah memalukan. Ia menjadi sasaran pelemparan mulai dari pemantik api hingga botol kala hendak melakukan tendangan penjuru. Khusus pelaku aksi rasisme yang berada tepat di pinggir lapangan, baik pihak Manchester City maupun Greater Manchester Police kini tengah melakukan identifikasi.

Insiden yang diarahkan pada skuad Ole Gunnar Solskjaer yang mencetak gol lewat Marcus Rashford (23/pen) dan Anthony Martial (9) memanas saat sejumlah pendukung dibuat frustrasi dengan gol yang tak kunjung datang dari tim kebangaan mereka. City baru bisa membobol gawang tim tamu menit ke-85 lewat Nicolas Otamendi. 

Marcus Rashford.

Dari botol hingga pemantik api.

Menanggapi aksi bully terhadap Fred, midfielder City lainnya Fernandinho berupaya menenangkan suasana tapi percobaannya tak berbuah positif. Sebelumnya Rio Ferdinand pun sempat menjadi korban derby di Etihad pada Desember 2012 hingga mengalami luka sobek di bagian mata yang memicu kemarahan dan protes para pemain United.

Sementara itu usai laga kepada reporter Fred mengaku kecewa. “Sayang sekali kita masih belum maju. Memalukan bahkan di tahun 2019 pemain masih juga mengalami ini. Di lapangan aku tak terlalu peduli tapi di ruang ganti baru aku tahu apa yang terjadi.” Fred juga tak menampik kekerasan berupa pelemparan beberapa pemantik api dan botol padanya tapi menolak memperkeruh situasi.

Semua bukti diserahkan pada ofisial lapangan.

“Aku mencoba untuk tidak larut dan move on. Sayangnya insiden tetap terjadi di dalam stadion. Di liga Inggris juga di Ukraina dan dialami peman lainnya. Menyedihkan tapi kita harus menatap kedepan dan melupakannya. Kita tak harus membuat pelaku menjadi pusat perhatian karena itu yang diinginkan mereka,” lanjutnya.

Meski demikian Fred yang berbincang dengan wasit terkait aksi usai laga menyebut pihak penyelenggara laga akan melakukan tindakan. “Kita semua sama meski berbeda warna kulit, rambut dan gender. Thank God I have a lot of friends here, termasuk di ruang ganti saat mereka memberi dukungan seperti. I don't want to think about it. I just want to move on,” tegasnya.

Good lad!


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA