Amankan Megakontrak dengan Puma, Salip Setan Merah Manchester City Catat Rekor Keuntungan 9 Triliun

Soccer

Selasa, 3 Desember 2019 | 15:53 WIB

191203155345-amank.jpg

dailymail

Manchester City mengumumkan rekor keuntungan klub musim lalu yang mencapai £535 juta  atau tak kurang dari Rp 9,7 triliun. Catatan impresif revenue juara Premier League tersebut didapat dari rilis laporan keuangan musim 2018-19 pekan lalu. Jumlah tadi menandai 11 tahun progres The Citizens di bawah Sheikh Mansour dengan kenaikan £10,1 juta  atau Rp 183 miliar.

Dikutip dari DailyMail belum lama ini, Sportsmail menyebut untuk musim ini Manchester City menargetkan keuntungan hingga  £560 juta  atau Rp 10,1 triliun untuk musim 2019-20. Melimpahnya keuntungan ini sebagian datang dari megakontrak senilai £650 juta atau Rp 11,8 triliun dengan durasi 10 tahun bersama apparel Puma.

Pep Guardiola jadi bagian sukses Manchester City.

Total revenue Manchester  Biru ini menempatkan mereka sejajar dengan rival sekota Manchester United yang diperkirakan meraup keuntungan hingga £580 juta  atau Rp 10,5 triliun di periode sayang sama. Catatan tahun lalu City ini berhasil menembus angka £500 juta atau Rp 9,1 triliun untuk pertama kali. Memasuki dekade kedua pengelolaan Abu Dhabi United Group, The Citizens pun dilaporkan mampu meraih profit Rp 183 miliar.

Menanggapi laporan finansial ini Chairman Khaldoon Al Mubarak menegaskan angka-angka tadi bukan sekadar keuntungan satu musim melainkan hasil kerja keras selama sepuluh tahun terakhir. “Organisasi kami saat ini berada di level yang memungkinkan kita membuat perencanaan multi-year baik dalam manajemen, skuad, juga berbagai bisnis yang diterjuni,” katanya. Lebih jauh rencana strategis diharapkan berujung pada atmoster sukses yang berkesinambungan, termasuk sukses finansial.

Melejit dalam satu dekade.

Al Mubarak juga bertekad mempertahankan progres musim lalu melalui inovasi baik di lapangan maupun secara komersial  serta terus melakukan pengembangan insrastruktur. Sukses City ini menjadi berita di tengah investigasi UEFA terkait tudingan pelanggaran Financial Fair Play. Sementara itu Manchester United yang mengantongi revenu £627 juta atau Rp 11,4 triliun untuk 2018-19 diperkirakan bakal kehilangan £70 juta atau Rp 1,2 triliun menyusul melempemnya skuad Setan Merah di ajang Champions.

Musim 2007-08 saat diambil alih, City “hanya” menghasilkan £104 juta atau Rp 1,8 trilun. Namun berikutnya catatan impresif finansial The Citizens seolah tak tertahan. Meski demikian pertanyaan pun muncul terkait legalitas deal dponsorship dengan sejumlah sponsor yang berbasis di Uni Emirat Arab. Di luar itu, musim 2017-18, City mampu menembus angka  £ 500 juta atau setara Rp 9 triliun.

Amankan deal dengan Puma.

Pogba and Co. kali ini tak setajir musim sebelumnya.

Untuk musim ini City menargetkan revenue setidaknya £560 juta atau Rp 10,1 triliun. Salah satunya berkat megakontrak dengan raksasa apparel Jerman, Puma yang mengikat kesepakatan senilai  £650 juta atau Rp 11,8 triliun untuk durasi satu dekade.

Soal “prestasi finansial” Setan Merah yang berhasil disalip City,  Executive Vice Chairman Ed Woodward mengakui kiprah Pogba dkk. di Premier League yang saat ini tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen Liverpool  diprediksi ikut menjadi faktor penurunan revenue.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA