Tolak Rasisme, Begini Selebrasi Ebony and Ivory Ala Duo Timnas De Oranje

Soccer

Rabu, 20 November 2019 | 16:03 WIB

191120160913-kompa.jpg

dailymail


Berbagai kampanye dilakukan faktanya rasisme masih mewarnai lapangan hijau. Ikut mengampanyekan anti-rasisme midfielder Belanda, Gini Wijnaldum melakukan selebrasi istimewa kala tampil membela timnas dalam laga pekan ini. Dikutip dari DailyMail kemrain, aksi Wijnaldum dianggap berarti dengan posisinya sebagai kapten.

Ia mengisi posisi Virgil van Dijk yang tengah absen. Selebrasi anti-rasisme terbaru ini dilakukan dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Euro 2020 kontra Estonia. Selain memimpin skuad De Oranje yang menang 5-0, Wijnaldum pun ikut menyumbang gol. Selebrasi dilakukan bersama kompatriotnya bintang Barcelona Frenkie de Jong.

See this?

Diversity gaisss!

I'm in.

Dari klip yang kemudian viral terlihat usai mencetak gol, Wijnaldum berlari ke sisi lapangan dan bukannya mengangkat tangan, ia justru menunjukkannya ke arah penonton. Gestur pemain 29 tahun itu kemudian diikuti De Jong yang sama-sama mengulurkan tangan. Menunjuk bergantian kedua tangan dengan warna “ebony and ivory” itu, mudah memahami jika selebrasi tadi didedikasikan pada para pesepak bola yang masih menghadapi aksi rasisme dari penonton.

Terakhir  hal yang sama menimpa Ahmad Mendes Moreira, pemain divisi dua Belanda yang tak terima diperlakukan inferior, sampai harus ditenangkan pelatih dan rekan satu timnya.  Tak itu saja, mencetak gol pembuka di menit keenam, selebrasi ebony and ivory duo Negeri Kincir Angin itu seolah ikut mengingatkan agar tak ada rasisme di laga yang baru dimainkan. Kasus Ahmed yang terjadi saat FC Den Bosch menghadapi Excelsior sampai ditanggapi langsung manajer timnas Ronald Koeman.

Manajer timnas, Ronald Koeman ikut berkomentar.

Memphis Depay komentari rasisme pada Ahmed: No more.

“Secara pribadi bagiku ini sangat sulit. Tak terpikir hal seperti ini terjadi di Belanda,” ujar  Wijnaldum yang mengaku syok. Ditanya mengenai konsekuensi bagi pelaku menurutnya harus ada hukuman yang tegas. “Hard fines. Hukumannya harus sampai membuat pelaku jera,” tegasnya. Wijnaldum juga mengaku jika sampai menimpanya ia akan meninggalkan lapangan.

“Ini persoalan sosial, it is something for politics. Harus ada tindakan untuk setiap pelanggaran dan tidak hanya rasisme,” ujarnya.

Agree.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA