BPPD Kota Bandung Sosialisasikan Pajak Lewat Sepak Bola

Soccer

Senin, 18 November 2019 | 16:30 WIB

191118163126-bppd-.jpg

Ferdy Soegito Putra


BADAN Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Bandung gelar Turnamen Sepak Bola Pajak Daerah tahun 2019 di Lapangan Sepak Bola Sintetis Lodaya, Kota Bandung, Senin (18/11/2019). Selain menjadi ajang silaturahmi antar wajib pajak (WP), turnamen tersebut diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

"Tujuan yang paling dekat yang pertama silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, BPPD, dengan mitra kerjanya dimana peserta disini telah melibatkan lembaga perbankan dan wajib pajak," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna usai membuka turnamen.

Ema mengatakan, sepak bola merupakan olahraga memasyarakat sehingga sosialisasi mengenai pajak diharapkan bisa lebih mudah tersampaikan.

"Sepak bola bukan olahraga yang mahal dan memasyarakat, orang begitu familiar dengan sepak bola. Tapi intinya kami ingin menyampaikan kewajiban pajak kepada masyarakat, ada edukasi tentang pajak," tegasnya.

Kepala BPPD Kota Bandung, Arif Prasetya mengatakan, turnamen ini digelar untuk menyampaikan mengenai kewajiban pajak baik kepada penggiat pajak, perusahaan maupun masyarakat. "Ini adalah momen pertama dan terobosan baru kami dengan mengajak para wajib pajak," ujarnya.

Dalam turnamen tersebut, BPPD melibatkan empat peserta yang mewakili 4 mata pajak, mulai dari hotel, restoran, parkir dan hiburan. Diluar itu, BPPD menyiapkan partai eksebisi dengan melibatkan lembaga pemerintahan dan perbankan, mulai dari Pemkot Bogor, Pemkab Bandung, Bank bjb, BNI serta Bank Bandung. Rencananya para peserta akan bertanding selama 4 hari, Senin (18/11/2019), lalu Kamis-Sabtu (21-23/11/2019).

Pada pertandingan pembuka, tim Secure Parking berhasil membanntai tim Mc Donald dengan skor 6-1. Dengan hasil tersebut, Secure Parking berhak melanjutkan pertandingan ke partai final dengan menunggu hasil akhir antara perwakilan dari perhotelan serta pengusaha hiburan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA