Pemkot Bandung Dukung Garuda Unity pada Kompetisi Sepak Bola di Singapura

Soccer

Senin, 11 November 2019 | 17:54 WIB

191111175501-pemko.jpg


PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung mengaku siap mensupport tim Garuda Unity Football Champ U-15, yang akan tampil pada Turnamen International Challenge Cup U-15 Tahun 2019 di Singapura. Turnamen International ini rencananya akan berlangsung selama satu pekan mulai tanggal (22-30/11/2019) mendatang.

"Jadi teman-teman Garuda Unity ini pernah bertemu dengan PSSI-nya Singapura berbicara mengenai pembinaan usia dini, dan akhirnya tercetus membuat kompetisi di mana klub yang dibina oleh Pak Robby Darwis ini telah diundang untuk ikut serta dalam kompetisi tersebut," jelas Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, di Balai Kota Bandung, Senin (11/11/2019).

Membahas mengenai dukungan, Yana mengaku akan mendukung tim Garuda Unity sesuai dengan kemampuannya serta siap menyediakan sarana serta prasarana (tempat latihan) sebelum tampil di Singapura.

"Mereka kan minta support, tentu kita akan berusaha support sebatas apa yang bisa dibantu. Misalnya kita kasih rekomendasi agar pembuatan paspor untuk anak-anak bisa cepat, lalu tempat latihan, TC mungkin bisa manfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki Kota Bandung," katanya.

Menyinggung perihal bantuan dana, Pemkot maupun Askot PSSI Kota Bandung diakui masih belum bisa memberikan, terlebih permintaan dukungan sangat dekat dengan waktu pelaksanaan.

"Saya bilang kepada tim barusan sebatas yang bisa kita bantu, kecuali dana. Minimal kita bisa dahulukan mana yang harus didahulukan, saya pikir baru sebatas itu sekarang kita," kata Yana yang juga merupakan Ketua Askot PSSI Kota Bandung.

Mengingat undangan Internasional ini merupakan salah satu kesempatan emas bagi tim. Ia pun berharap agar Garuda Unity bisa menjalin kerjasama yang panjang bersama pihak Federasi Sepak Bola Singapura. Bukan hanya kompetisi namun juga pelatihan.

"Ini kesempatan yang tidak akan datang dua kali, bahkan saya anggap ini sebagai jalan pembuka untuk mereka melakukan kerjasama yang lain, misalnya setelah kompetisi bisa mengadakan coaching clinic untuk pelatih atau pun dengan perangkat pertandingan. Masalah kompetisi menang kalah kan sudah biasa jadi saya harap mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini," katanya.

Sedangkan Pelatih Garuda Unity Football Champ, Aji Nurpijal menjelaskan, bahwa Diklat ini baru terbentuk pada tahun ini. Kehadiran Diklat diharapkan bisa mewarnai dunia pembinaan sepak bola di Indonesia terutama Kota Bandung.

"Garuda Unity ini baru terbentuk tiga bulan yang lalu, dan kita memiliki mimpi yang yang sangat panjang untuk dunia persepak bolaan kita khususnya di Kota Bandung. Dan di sini kita awali dengan memberikan kesempatan serta pengalaman bagi pemain untuk tampil di ajang internasional," kata Aji.

Membahas mengenai persiapan ke Singapura, Aji mengatakan akan memberangkatkan sebanyak 20 pemain, dan mereka merupakan para pemain hasil seleksi. Adapun para pemain tersebut berasal dari para pemain yang tidak bisa tampil dalam Piala Soeratin 2019.

"Para pemain yang kita bawa adalah para pemain hasil seleksi selama 2-3 bulan. Mayoritas para pemain ini adalah pemain yang belum memiliki kesempatan main di Piala Soeratin kemarin, nah di sini kita tampil untuk memberikan kesempatan kepada mereka," jelasnya.

Sedangkan untuk biaya, Aji mengaku, telah dibantu oleh beberapa sponsor yang dapat menekan kebutuhan selama jalannya kompetisi di Singapura. "Kita tim bergerak mencari support untuk memperingan beban orangtua anak-anak yang mau berpartisipasi di ajang ini, jadi kita memaksakan dan memberikan kesempatan. Mudah-mudahan ada peningkatan mengingat peserta di sana juga klub profesional yang mewakili negaranya," katanya.

Untuk jumlah tim yang akan berlaga pada Turnamen International Challenge Cup U-15 Tahun 2019 disebutkannya, terdapat sebanyak 7 negara, seperti, Malaysia, Vietnam, Singapura, Australia, dan Jepang.

"Yang jelas ada tujuh termasuk kita Indonesia dan tuan rumah Singapura. Jadi tim yang kita lawan disana bukan tim-tim biasa. Bahkan Singapura berencana menerjunkan timnas U-15-nya di sana, kita bukan cari menang atau kalah, tapi memberikan kesempatan dan jam terbang kepada pemain," pungkasnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA