Teater 'Perempuan-perempuan Chairil' Tayang Daring Akhir Pekan Ini

Seni & Budaya

Jumat, 8 Mei 2020 | 08:42 WIB

200508084341-teate.jpg

RANGKAIAN pertunjukan #NontonTeaterDiRumahAja terus berlanjut. Setelah Bunga Penutup Abad, Teater Tari Citraresmi, dan Nyanyian Sunyi Revolusi, pada akhir pekan ini akan hadir pertunjukan Perempuan-perempuan Chairil.

Bagi para pencinta sastra nama penyair Chairil Anwar tentu sudah tak asing. Pertunjukan teater Perempuan-perempuan Chairil akan menampilkan perjalanan hidup terutama cinta sang pujangga. Lakon Perempuan-perempuan Chairil akan  ditayangkan pada Sabtu dan Minggu, 9-10 Mei 2020, pukul 14.00 WIB di www.indonesiakaya.com serta kanal YouTube IndonesiaKaya.

Pementasan Perempuan-perempuan Chairil yang ditayangkan ini merupakan rekaman dari pertunjukan yang diselenggarakan pada 11 dan 12 November 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Lakon ini menampilkan para aktor terbaik Indonesia yaitu Reza Rahadian sebagai Chairil Anwar, Marsha Timothy sebagai Ida, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat, dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja.

Aktor Reza Rahadian yang memerankan Chairil Anwar mengatakan, Chairil Anwar merupakan seorang penyair besar dengan puisi yang sarat makna dan visioner pada zamannya. Memerankan tokoh besar seperti ini menjadi tantangan sendiri buat Reza karena dialog-dialognya tersusun dari berbagai puisi.

Untuk menghayati perannya, Reza menggali lebih dalam bagaimana sosok Chairil Anwar dengan membaca karya-karyanya.

"Berkesempatan menyaksikan kembali pementasan Perempuan-Perempuan Chairil ini membawa kenangan indahnya bekerja sama dengan para pekerja seni yang tergabung selama proses produksi pementasan ini. Semoga kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja pada akhir pekan ini dapat diterima dengan baik oleh para penikmat seni. Alhasil, semangat dan minat para penikmat seni dengan dunia seni pertunjukan dan juga sastra terus meningkat," tutur Reza seperti dikutip wartawan PR, Windy Eka Pramudya, Jumat (8/5/2020).

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian mengungkapkan, penayangan pementasan ini, merupakan upaya yang dilakukan untuk mengenalkan masyarakat lebih jauh sosok Chairil Anwar. Pertunjukan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap penulis besar Indonesia.

"Pertunjukan ini juga membuktikan karya sastra Indonesia tetap aktual dan dapat diangkat dengan kemasan kekinian sehingga lebih mudah diapresiasi oleh masyarakat terutama generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan kita lebih mengenal sosok Chairil Anwar melalui kisah di balik puisi-puisi ciptaannya," kata Renitasari.

Cerita Perempuan-perempuan Chairil terinspirasi dari buku berjudul Chairil karya Hasan Aspahani. Dari buku inilah produser Happy Salma dan sutradaa Agus Noor menemukan bentuk dan fokus pemanggungan Chairil.

Happy menyebutkan, karya-karya Chairil Anwar merupakan cermin sejarah untuk memaknai apa arti kemerdekaan manusia, juga kemerdekaan sebuah bangsa. Setidaknya esensi itulah yang mendorong dia mewujudkan mimpi mementaskan perjalanan hidup Chairil Anwar.

"Melalui sejumlah sosok perempuan yang hadir dalam puisinya, pementasan ini menguak sisi lain dari Chairil Anwar. Selain itu, memperlihatkan kegelisahan hidup dan pemikiran dia, serta pertaruhan yang dilakukan semasa hidupnya yang memberi tenaga dan makna pada semangat kemerdekaan di negeri ini," ungkap Happy.

Lakon Perempuan-perempuan Chairil tersaji dalam empat babak yang menggambarkan hubungan Chairil dengan empat perempuan yakni Ida, Sri, Mirat dan Hapsah. Mereka adalah empat perempuan yang tak sama dengan empat cerita yang berbeda.

Tanpa mengecilkan arti dan peran perempuan lain, lewat cerita empat perempuan ini kita bisa mengenal sosok Chairil juga dunia yang hendak ia jadikan, serta zaman yang menghidupi dan dihidupinya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA