Sanggar Swargaloka Gelar Pertunjukan Galang Dana Peduli Covid 19

Seni & Budaya

Rabu, 6 Mei 2020 | 14:20 WIB

200506143441-sangg.jpg

ist

Dalam rangka Peduli Covid 19, Sanggar Swargaloka Jakarta akan menggelar pertunjukan jaringan online (Daring), Penggalangan Dana bertajuk The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka, berjudul "Sang Penjaga Hati."  

Tayangan ini tersedia selama 24 jam, yang akan disiarkan melalui akun youtube Swargaloka https://www.youtube.com/channel/UCKqWlv0skSdXkxxeiPOH9AA, Jum’at (08/05/2020), mulai pukul 14.00 WIB

“Acara ini kami dedikasikan untuk seluruh seniman Indonesia dalam keprihatinan kondisi di tengah pandemi Covid 19. Juga seluruh anak negeri yang berdampak. Tak lupa untuk garda terdepan yang berjuang menghadapi pandemi ini,” ujar Pendiri Yayasan Swargaloka, Suryandoro, kepada galamedianews.com, melalui telpon seluler, di Jakarta, Rabu (06/05/2020).

Dalam situasi Covid 19 ini, dengan #BerkawanSeniman, Suryandoro mengajak agar seluruh elemen masyarakat saling menguatkan. “Teruslah menjaga hati, teruslah menjaga diri, dan kita saling menguatkan satu sama lain. Saling membantu dan saling menolong,” harapnya.

Bantuan dapat disalurkan melalui rekening bank, Rek. YYS Swargaloka Bank Mandiri nomor : 129-000-775645-1, atau konfirmasi melalui layanan telpon seluler Sanggar Swargaloka : +62 852-8156-6529

“Sang Penjaga Hati” diproduksi Sanggar Swargaloka Jakarta. Disutradarai Bathara Saverigadi Dewandoro, yang juga bertindak sebagai coreografer, serta menjadi rule of story /tokoh utama lakon, berperan sebagai Narasoma.

Karya ini diperkuat para aktor-aktris panggung didekatif, yang cukup lama berperan dalam khasanah seni Wayang Orang, antara lain; Agus Prasetyo (Salya), Ali Marsudi (Puntadewa), Achmad Dipoyono (Bagaspati), dan Dewi Sulastri (Setyawati).

Didukung ratusan seniman muda berbasis seni tradisi yang tergabung di Sanggar Swargaloka Jakarta. Karya ini juga didukung komposer muda Gregoriyanto Kris Mahendra, sebagai Penata Musik.

Sinopsis
“Sang Penjaga Hati” berkisah tetang sang penjaga hati, Dewi Setyawati menemani kemanapun kekasih hatinya Narasoma mencari kesejatian hidup. Karena cinta pula Setyawati harus terpisah selamanya dengan Bagaspati, ayahnya. Karena cinta pula Narasoma merelakan Dewi Madrim adik semata wayangnya harus terpisah dengannya, dan melepaskan ke tangan Pandu.

Pengorbanan mendalam adalah ketika Narasoma harus meninggalkan Dewi Setyawati ke medan laga. Perang Bharatayuda telah memanggil ksatria Mandaraka yang sudah tidak muda itu turun ke gelanggang payudan demi Pandawa. Semua ini dilakukannya demi cinta untuk sang penjaga hati.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA