Etnis Jawa dan Tionghoa Kampung Sudiroprajan Bersinergi dalam "Gerebeg Sudiro"

Seni & Budaya

Minggu, 19 Januari 2020 | 17:52 WIB

200119175344-etnis.jpg

Tok Suwarto

PERPADUAN dua budaya yang bersinergi secara harmonis antara budaya Jawa dengan budaya Tionghoa, yang dikemas  masyarakat Kelurahan Sudiroprajan Kota Solo dalam hajadan "Gerebeg Sudiro", semakin memantapkan makna akulturasi budaya masyarakat multi etnis di Kampung Sudiroprajan.

Rangkaian tahunan "Gerebeg Sudiro" yang diawali dengan ritual Umbul Mantram, berpuncak dengan Karnaval Budaya, pada Minggu (19/1/2020) petang, menampilkan beragam etnik budaya warga Kota Solo dengan nuansa tahun baru  Imlek.

"Gerebeg Sudiro" sebenarnya tidak ada kaitan dengan tahun baru Imlek. Namun, pagelaran akulturasi budaya Jawa dengan Tionghoa yang sudah mengakar di warga Kampung Sudiroprajan tersebut, setiap tahun dilaksanakan sebelum tahun baru Imlek sekaligus untuk menyemarakkan perayaan tahun baru Imlek di Kota Solo.

Karnaval Budaya "Gerebeg Sudiro"  berupa kirab potensi budaya Kampung Sudiroprajan yang bekerjasama dengan Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, pada 2020 ini mengusung tema "Bersinergi Merawat Kebhinekaan".

Pendukung pagelaran karnaval budaya tersebut, selain warga masyarakat Kelurahan Sudiroprajan, juga kelompok-kelompok seni dan budaya dari berbagai etnis di Kota Solo, serta para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Gede dan warga masyarakat termasuk dari luar Kota Solo.

Kirab potensi budaya "Gerebeg Sudiro 2020" yang diawali dari kawasan Tugu Jam Pasar Gede di depan Kelenteng Tien Kok Sie, dilepas Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Tionghoa.

Di antaranya Ketua Panitia Perayaan Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto. Kelompok-kelompok kesenian berbagai etnis, masyarakat produsen penganan khas Kampung Sudiroprajan, seperti Kue Moho, Janggelut dan semacamnya, iring-iringan pedagang Pasar Gede dan sebagainya, ikut mengarak dagangan yang berbentuk gunungan.

Di sepanjang jalur yang dilalui kirab karnaval budaya "Gerebeg Sudiro", terutama di ruas Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Jenderal Sudirman, serta kawasan Pasar Gede yang menjadi titik pemberangkatan kirab budaya penuh sesak penonton.

Cuaca Kota Solo yang cerah pada petang itu, menjadikan ribuan penonton yang memadati jalur kirab budaya rela menunggu iring-iringan kirab lewat untuk berswafoto.

Ketua Panitia "Gerebeg Sudiro 2020",  Arga Dwi Setyawan, menjelaskan, hajadan tahunan "Gerebeg Sudiro" merupakan even budaya kolaborasi antara budaya Jawa dengan Tionghoa. Pagelaran kirab budaya akulturasi yang menjadi ciri khas Kelurahan Sudiroprajan dengan warganya yang multi etnis, pada 2020 ini merupakan yang ke-13 kali.

"Potensi budaya masyarakat kampung di Kelurahan Sudiroprajan, dapat dikolaborasikan menjadi narasi budaya yang menarik untuk disuguhkan bagi masyarakat. Gerebeg Sudiro juga merupakan ritual kearifan budaya untuk menjunjung nasionalisme, pluralisme, kebhinekaan dan integrasi sosial, khususnya di Kota Solo," katanya.

Rangkaian kegiatan "Gerebeg Sudiro 2020", sambung Arga, selain karnaval budaya juga ada kegiatan pendukung berupa Wisata Perahu Kali Pepe, Bazar Potensi di Kawasan Pasar Gede, Umbul Mantram dan Panggung Penutupan Gerebeg Sudiro 2020.

Kian meningkatnya partisipasi dalam pagelaran "Gerebeg Sudiro", menurut dia, menunjukkan keharmonisan hubungan  antar-suku dalam "Gerebeg Sudiro", sekaligus menjadi wahana wisata dan penggerak perekonomian sebagian masyarakat Kota Solo, dari pedagang kaki lima, penjual pernak-pernik, hingga tukang parkir.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, ketika melepas kirab, menyatakan, "Gerebeg Sudiro" merupakan satu-satunya karnaval budaya yang masuk dalam kalender even nasional. Dalam kaitan itu, dia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mewujudkan masyarakat yang Wasis atau cerdas, Waras atau sehat, Wareg atau berkecukupan, Mapan dan Papan atau memperoleh tempat tinggal yang layak huni.

Suasana semarak kirab Karnaval Budaya "Gerebeg Sudiro 2020" yang merupakan kirab akulturasi budaya multi etnis di Kota Solo

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA