Sejumlah Komunitas Berusaha Melestarikan Seni dan Budaya Sunda

Seni & Budaya

Selasa, 10 Desember 2019 | 18:01 WIB

191210180436-sejum.jpg

SEJUMLAH komunitas mulai dari Laskar Sunda, Saampar Jagat dan komunitas lainnya asal tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung berusaha mempertahankan seni dan budaya urang Sunda yang menjadi warisan para leluhur.

Para komunitas tersebut berasal dari Majalaya, Paseh, Ibun, Pacet, Ciparay, Banjaran dan Soreang.

"Pelestarian seni dan budaya Sunda itu untuk mencegah dari kepunahan, seiring dengan perkembangan zaman. Kami khawatir anak muda zaman sekarang yang menjadi generasi penerus tak mengenal berbagai jenis seni dan budaya Sunda," kata perwakilan komunitas dari Laskar Sunda  Kabupaten Bandung Deden Yogi kepada  galamedianews.com di Majalaya, Selasa (10/12/2019).

Deden mengatakan, seni dan budaya Sunda harus terus dilestarikan. Jangan sampai generasi muda tak mengenalinya. 

"Saat ini, mungkin saja banyak generasi muda yang belum mengenal, apa itu yang dinamakan karinding, celempung, kacapi suling, jaipongan dan seni budaya Sunda lainnya. Mereka tahunya, generasi milenial saat ini lebih banyak menggunakan gadget, ketimbang gemar melestarikan seni dan budaya Sunda," katanya.

Untuk memasifkan pengenalan atau sosialisasi seni dan budaya Sunda itu, imbuh Deden, pihaknya akan bersinergi dengan sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung.

"Kami berharap, seni dan budaya Sunda itu menjadi pelajaran eskul bagi para siswa di sekolah. Makanya kami akan bersinergi dengan pihak sekolah untuk mengenalkan berbagai seni dan budaya Sunda," katanya.

Ia mengatakan, pada Kamis (12/12/2019), komunitas seni dan budaya Sunda akan melaksanakan pagelaran di SMA Bupi Majalaya.

"Dengan harapan pagelaran seni dan budaya itu menjadi daya tarik bagi para siswa," katanya.

Lebih lanjut Deden mengatakan, untuk penguatan pelestarian seni dan budaya Sunda, pihaknya akan melaksanakan audensi dengan DPRD Kabupaten Bandung pada Rabu (11/12/2019) besok.

Dengan harapan pihak legislatif memberikan dukungan dan penguatan dalam upaya membangkitkan kembali seni dan budaya Sunda di Kabupaten Bandung.

"Saat ini sudah ada sarana dan prasarana bangunan, yaitu Gedong Budaya Sabilulungan. Gedong tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pelestarian seni dan budaya Sunda," katanya. 

Ia juga berharap kepada Pemkab Bandung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat mendorong anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarananya yang digulirkan ke masing-masing kecamatan. 

"Saya yakin ada anggaran untuk pelestarian seni dan budaya tersebut. Kami berharap anggaran yang difasilitasi pemerintah bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Karena selama ini, pelestarian seni dan budaya sangat jarang dilaksanakan di masing-masing kecamatan," ucapnya..

Ia pun berharap untuk mendongkrak pelestarian seni dan budaya itu, di setiap kecamatan ada kampung budaya. "Dengan adanya kampung budaya itu bisa dijadikan pusat kegiatan para seniman untuk melestarikan seni dan budaya," pungkasnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA