"Wayang Orang Malangan" Mewakili Karakteristik Kesenian Kabupaten Malang

Seni & Budaya

Selasa, 3 Desember 2019 | 16:24 WIB

191203163316--waya.gif

@istimewa


Kepariwisataan di Malang bersifat aditif dan adaptif. Meski perubahan sosial ekonomi sedang terjadi, namun tidak menyebabkan transformasi secara struktural. Melainkan terintegrasi dengan kehidupan tradisional masyarakat.

“Semua terjadi secara bergandengan tangan dengan usaha konservasi kebudayaan tradisional,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Ir. Edi Purwanto, MM, saat hadir di acara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (01/12/2019).

Pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur minggu ini diisi duta seni daerah asal Kabupaten Malang. Menampilkan ‘Wayang Orang Malangan’ dengan lakon ‘Satriya Kalimput’ yang disutradarai Tulus Tri S, yang sekaligus bertindak sebagai penata tari.

Selain ‘Wayang Orang Malangan’, Duta Seni dari Kabupaten Malang juga menampilkan, tari ‘Kebyar Bumi.’ Tarian tradisional khas Malang ini menggambarkan eksotis geografis Kabupaten Malang yang subur dikelilingi pegunungan.

Dalam penyampaiannya lebih lanjut, Edi mengatakan, seni budaya akan terus berkembang, salah satunya rangsangan, seperti adanya perkembangan industri pariwisata. Kabupaten Malang, lanjutnya, memiliki banyak ragam kesenian yang khas dan kaya. Salah satunya adalah ‘Wayang Orang Malangan,’ seperti yang ditampilkan dalam pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini.

“Wayang Orang Malangan, adalah wayang pembaruan. Pertunjukan multidimensi. Kita berharap kesenian ini dapat lebih dikenal mewakili karakteristik khas Kabupaten Malang. Kesenian ini harus dilestarikan, dikemas dan dikembangkan sedemikian rupa, agar dapat menjadi ikon Kabupaten Malang,” ujarnya.

Banyak rencana aksi pemerintah Kabupaten Malang, papar Edi, telah dicanangkan untuk mendukung pelaksanaan program pariwisata berbasis budaya. Mulai dari pengembangan dan peningkatan kuantitas serta kualitas fasilitas, memperbanyak berbagai event wisata, seni,dan budaya, sampai pada optimalisasi pemasaran program.

Turut menyaksikan pergelaran ini, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM, serta beberapa pejabat daerah terkait, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kabupaten Malang.

Tampak hadir menyaksikan beberapa seniman nasional, antara lain, penari Elly D. Luthan, dan penyanyi dan pencipta lagu campursari, Sonny Josz.

Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, Iksun HS (Penulis Cerita), Tulus Tri S (Sutradara dan Penata Tari), Eko Budiono (Penata Artistik), Ahmad Mizdad (Penata Panggung), Athif Yuliati (Penata Kostum dan Tata Rias), Suwarno dan Mujadi (Penata Musik), serta puluhan pengrawit, aktor, aktris panggung, penyanyi dan penari.

Duta Seni Kabupaten Malang ini di bawah pembinaan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, SH, M.Si. selaku pelindung.  Bertindak sebaga penasehat, Kepala Bidang Kebudayaan, Ir. Edy Purwantoro, MM. Selanjutnya Kepala Seksi Pengembangan Kesenian, Ratna Chandra J, STT, Par, sebagai penanggung jawab, serta Tulus Tri sebagai pimpinan produksi.

Bertindak sebagai Juri Pengamat adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Di penghujung  program Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur  tahun 2019, yang diselenggarakan Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur ini, akan menampilkan duta seni dari Kabupaten Jember, di Minggu, 8 Desember 2019 mendatang./

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA