Deklarasi Someah Ciri Budaya Urang Tandai Riksa Budaya Jabar

Seni & Budaya

Kamis, 14 November 2019 | 14:27 WIB

191114142817-dekla.jpg

Kiki Kurnia


RIKSA Budaya Jawa Barat di Kabupaten Bogor ditandai dengan deklarasi Someah Ciri Budaya Urang di Kampung Budaya Sidang arang, Pasireurih, Kabupaten Bogor, Kamis (14/11/2019).

Deklarasi tersebut dilakukan oleh seniman budayawan Kabupaten Bogor, Forkopimda Kabupaten Bogor, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Febiyani, serta dipimpin Aat Soeratin yang mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan diikuti seluruh undangan dan masyarakat setempat.

Ini dilakukan karena ada rasa kekagalauan dari para pemimpin dan masyarakat Jabar seiring mulai lunturnya budaya someah di kalangan masyarakat, khususnya dikalangan milenial.

"Padahal someah ini sudah menjadi ciri dan karakter masyarakat Jabar, terutama someah hade ka semah," ungkap Febiyani yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dedi Taufik.

Febri menambahkan, someah ini pun telah menjadi kekuatan budaya dan pariwisata Jawa Barat. agar wisatawan puas berlama-lama berwisata di Jabar.

"Melalui kegiatan riksa budaya ini mencoba untuk mengembalikan ciri dari budaya kita ini, yakni someah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Mulyadi menyebutkan, menurut masyarakat Bogor, arti dari someah ini adalah sopan ka semah (sopan pada tamu). Someah itu merupakan warisan budaya masyarakat Jabar terhadap sesama manusia (tamu) yang datang ke Kabupaten Bogor.

"Kita ingin menguatkan someah ini menjadi kekuatan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Bogor. Apalagi di Kabupaten Bogor ada salah satu spot yang sudah dijadikan dan diakui sebagai geopark nasional. Kita ingin menggaet wisatawan melalui someah," tuturnya.

Salah seorang budayawan yang juga pencinta dan pemerhati lingkungan, Ully Sigar Rusady menyebutkan, budaya someah pun harus ditujukan pula pada lingkungan. Dampak tidak someahnya warga pada lingkungan akan berdampak buruk pada manusia itu sendiri.

"Kita ketahui banyak bencana alam di Jawa Barat, karena manusianya tidak someah pada alam. Sampai kapan ini akan terus terjadi," katanya.

Ully yakin jika budaya someah ini diterapkan pada masyarakat untuk menghargai alam, maka tidak akan terjadi bencana alam. "Sebab alam pun ingin dihargai (someah) oleh manusia sebagai penerima manfaat dari alam," tandasnya.

Pembukaan riksa budaya Jabar dengan tema ditandai dengan angklung gubrag sebagai kesenian khas Kabupaten Bogor serta tadi kolosal  "utamana jalma kudu loba batur" dari SMP di Kota Bogor, serta tarian pupuh Pucung, serta dialog budaya bersama dalang Apep Hudaya dari Giri Komara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA