Ratusan Kades di Kabupaten Bandung Dilatih Mengelola Pemerintahan Desa

Sabilulungan

Selasa, 3 Desember 2019 | 17:59 WIB

191203180025-ratus.jpg

Engkos Kosasih

Kades di Kabupaten Bandung saat dilantik baru-baru ini.

SEBANYAK 199 kepala desa (kades) di Kabupaten Bandung yang baru dilantik beberapa waktu lalu mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan bimbingan teknis tentang pemerintahan desa. Pelatihan digelar selama tiga hari, Senin (2/12/2019) hingga Rabu (4/12/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung, H. Tata Irawan menyatakan, pelatihan digelar di Kota Bandung dengan difasilitasi Kementerian Dalam Negeri RI yang langsung dihadiri Dirjen Pemerintahan Desa. Bupati Bandung H. Dadang M. Naser dan Sekda Kabupaten Bandung H. Teddy Kusdiana turut hadir pada pelaksanaan pelatihan tersebut.

"Semua upaya kita lakukan supaya pada kades bisa langsung kerja. Mereka diberikan pemahaman tentang pemerintahan desa. Selain itu diberikan pemahaman tentang organisasi, pemanfaatan anggaran dan keuangan serta hal lainnya yang berkaitan dengan pemerintahan desa," tutur Tata kepada galamedianews.com melalui sambungan telepon, Selasa (3/12/2019).

Setelah itu, lanjut Tata, bimbingan teknis juga akan menyasar istri kepala desa pada 10-11 Desember 2019. Harapannya mereka yang menjadi Ketua PKK di desa dapat mengikuti kegiatan suaminya. Terutama dalam pemberdayaan masyarakat.

Tata juga mengimbau kepada kades yang baru menjabat untuk segera menyesuaikan diri, selain apa yang sudah diraih sebelumnya di desa tersebut. Ia pun mendorong kepada kades yang baru dilantik untuk segera melakukan rekonsiliasi di lapangan.

"Segera untuk melaksanakan konsolidasi program di desa. Tak boleh terjadi kubu-kubuan, dan lebih baik melaksanakan program kerja sesuai dengan visi dan misi sebelumnya saat melaksanakan kampanye ketika pada tahapan pelaksanaan pilkades lalu," tuturnya.

Tata juga mendorong kepada para kades yang sudah dua kali atau tiga kali menjabat, harus bekerja lebih baik lagi dengan pengalaman yang dimilikinya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA