CTPS Harus Jadi Life Style Anak-Anak Kabupaten Bandung

Sabilulungan

Selasa, 12 November 2019 | 19:22 WIB

191112192309-ctps-.jpg

Humas Pemkab Bandung


BUNDA Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bandung, Hj. Kurnia Agustina Dadang M.Naser mengajak seluruh orangtua di Kabupaten Bandung untuk menerapkan gaya hidup sehat kepada buah hatinya. Hal yang paling sederhana yang kadang diabaikan oleh para orangtua yaitu mengajarkan putra-putrinya Cuci Tangan Pake Sabun (CPTS).

Mengajarkan anak tentang CPTS sejak dini, tutur istri Bupati Bandung ini, merupakan hal yang sangat penting. Karena tangan adalah salah satu anggota tubuh yang terbilang rentan, mempunyai risiko menyebarkan berbagai jenis bakteri di dalamnya yang tak akan terlihat oleh mata telanjang.

Kurnia yang akrab disapa Teh Nia ini menambahkan, mencuci tangan dengan sabun merupakan cara yang terbilang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Kebiasaan mencuci tangan sangat bermanfaat dalam pencegahan penyebaran berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan kesehatan sang buah hati.

"Jadikan CPTS ini kebiasaan buat anak-anak kita, agar terhindar dari berbagai penyakit, seperti diare," ucap Teh Nia di sela-sela Acara Sosialisasi CTPS dan Peringatan Pneumonia se-Dunia Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2019, Selasa (12/11/2019).

Dalam kesempatan itu, Teh Nia pun mengingatkan para ayah agar turut berperan dalam pengasuhan anak. Harus bersama-sama menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarganya.

"Usahakan ayah tidak merokok di dalam rumah, mengajak anaknya agar gemar berolahraga dan turut menerapkan pola makan yang sehat. Ingatkan buah hati kita untuk selalu mencuci tangan pakai sabun setiap sudah melakukan aktivitas sehari-harinya. Anak kita bisa saja memegang banyak benda yang kotor dan menyentuh apapun termasuk kuman yang dapat menimbulkan penyakit," tutur Teh Nia seperti dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan Humas Pemkab Bandung.

Teh Nia berharap, CTPS bisa menjadi life style anak-anak saat ini. Harapannya itu selaras dengan kapasitasnya sebagai Bunda PAUD yang ingin membentuk anak yang sehat, cerdas, ceria dan berahlak mulia.

"Agar anak kita sehat, tentunya perlu didukung oleh sarana prasarananya yang sehat dan nyaman. Untuk membuat anak kita cerdas, perlu dibuat program-program yang yang dapat memancing kreatifitas anak, seperti lomba menggambar, mewarnai, menyanyi atau menari. Anak kita pun harus dipastikan kondisinya ceria, bahagia dan berahlak mulia. Semua itu bisa tercipta kalau ada kerjasama ayah dan bundanya dalam keluarga", tegasnya pula.

Sementara itu, Peringatan Pneumonia se-Dunia di mata Bupati Bandung, Dadang M. Naser bisa menjadi momen untuk mempercepat perwujudan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Bandung.

Pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia. Untuk menekan penyakit tersebut di Kabupaten Bandung, bupati mengatakan pihaknya sangat konsen terhadap pembinaan SDM mulai balita, bina remaja dan bina lansia.

"Kita upayakan ibu menyusui harus melindungi bayinya dengan ASI eklusif selama enam bulan. Diberi makanan pendamping ASI (MPASI) setelah usia enam bulan hingga dua tahun. Mencegah pneumonia ini bisa dengan imunisasi dasar yang lengkap, CPTS, sirkulasi udara bersih tanpa asap dan stop merokok", imbau bupati.

Tidak saja fokus pada penanganan pneumonia, kata Dadang Naser, pemerintah daerah pun konsen melakukan upaya preventif dan promotif menekan angka stunting di Kabupaten Bandung.

"Untuk menekan angka stunting, kita perhatikan kondisi ibu dari mulai hamil hingga menyusui. Harus terpenuhi juga asupan gizi ibu dan anaknya. Sementara untuk bina remaja, anak-anak perempuan diberi nutrisi yang mengandung zat besi. Tak hanya itu, untuk mencegah stunting kita pun menghadirkan Pasar Ikan Modern Sabilulungan, agar asupan makanan ikan ini turut mencegah stunting di Kabupaten Bandung", pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA