Virus Corona, Darurat Kesehatan Global?

Ragam

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:21 WIB

200123112135-virus.jpg



VIRUS corona (korona), tampaknya menjadi momok yang menakutkan belakangan ini. Penyakit yang biasanya menyerang paru-paru ini menjadi viral sejak awal Januari 2020, dan menyebar di wilayah Wuhan, Cina.
Saat itu, seperti dikutif cnbcindonesia.com setidaknya ada 59 laporan kasus, dengan tujuh penderita dalam kondisi serius. Bahkan dari laporan virus penyebab pneumonia (infeksi pada paru-paru yang tergolong berbahaya) itu sudah menyebar ke Amerika.

Bukan hanya di Cina, virus itu pun menyebar ke wilayah Hong Kong. Otoritas setempat mengatakan sudah ada 30 orang yang dirawat di RS setelah kembali dari Wuhan. Kebanyakan menunjukan gejala seperti sedang sakit flu.

Selain Hong Kong, baru-baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan pejabat kesehatan setempat sudah mengkonfirmasi adanya kasus pertama virus corona misterius di AS yang menewaskan enam orang.

Pejabat kesehatan juga telah mengkonfirmasi kasus ini ditemukan di Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Apa itu coronavirus?
Coronavirus (virus korona) termasuk ke dalam keluarga besar virus yang biasanya menginfeksi hewan, namun lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Gejala pertama yang akan terlihat pada manusia yang terinfeksi virus tersebut yaitu demam, batuk dan sesak napas, yang dapat berkembang menjadi pneumonia.

Pejabat kesehatan masyarakat mengkonfirmasi ada lebih dari 300 kasus virus corona baru, yang diberi label "2019-nCoV," di Cina. Beberapa pasien sakit kritis. Pihak berwenang Cina mengatakan banyak pasien dengan penyakit itu awalnya melakukan kontak dengan makanan laut yang dijual di pasaran.

World Health Organization atau WHO mengadakan pertemuan darurat, Rabu 22 Januari 2020 untuk membahas mengenai virus korona (nCov) penyebab pneumonia misterius dari Wuhan, Cina. Hal ini diungkap oleh Director General WHO, Tedros Adhanom melalui akun twitter resminya.

"Saya mengadakan Komite Darurat untuk memastikan novel #coronavirus (2019-nCov) merupakan sebuah kedaruratan dalam kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian secara internasional dan cara mengatasinya untuk mengelola wabah tersebut," tulisnya yang langsung di unggah ulang oleh akun resmi WHO.

Penyakit pneumonia misterius ini sudah menjangkiti hingga 59 orang dan 2 diantaranya meninggal dunia. Negara-negara Asia lainnya pun turut diduga kuat mengalami penyebaran kasus ini.

"Pada 20 Januari 2020, Korea Selatan melaporkan kasus pertama dari nCov yang berasal dari pelancong yang baru saja datang dari Wuhan," tulis akun WHO.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan panel para ahli di Jenewa, Swiss pada Rabu (22/1/2020). Tujuannya mempertimbangkan apakah virus corona harus masuk dalam kategori darurat kesehatan global. Untuk sementara memang WHO belum menentukan katagori tersebut.

Pertemuan tersebut memang terencana setelah pejabat kesehatan global mengatakan, penyakit pernapasan mirip SARS itu berpotensi menular dari orang ke orang yang tidak dibatasi dengan wilayah negara.Jadi bisa menular secara global.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA