Jelang Imlek, Kue Keranjang Banyak Diburu Warga

Ragam

Rabu, 22 Januari 2020 | 18:51 WIB

200122175325-jelan.jpg

job1novi janati

MENJELANG perayaan Tahun Baru Imlek, salah satu makanan khas yang banyak diincar adalah kue keranjang atau dikenal pula dengan sebutan dodol keranjang. Salah satu toko penjual dodol keranjang di Kota Bandung, Toko Tek Kie yang terletak di Jalan Pajagalan No. 36, Bandung menjual dodol keranjang dengan tekstur yang sangat kenyal.

Pemilik usaha dodol keranjang Tek Kie, Vincent mengungkapkan, bahwa usaha ini merupakan usaha keluarga yang turun temurun dan sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Ia merupakan generasi keempat.

Vincent mengatakan, dodol keranjang ini diproduksi sebulan sebelum perayaan Tahun Baru Imlek hingga 15 hari setelahnya. "Setiap tahunnya dodol keranjang ini memiliki banyak peminat. Biasanya seminggu sebelum perayaan Tahun Baru Imlek, produksi dodol keranjang ini bisa mencapai 4000 buah per harinya," ujarnya pada galamedianews.com, di Bandung, Rabu (22/1/2020).

Pada kesempatan itu, Vincent pun mengungkapkan rasa dodol keranjang yang diproduksinya. Menurutnya, komposisi dodol keranjang ini terdiri dari beras ketan, gula, dan vanili.

“Kita mempertahankan kualitas. Kita tetap menggunakan bahan-bahan yang bagus dan tidak memilih yang murah,” tanbahnya.

Dodol keranjang ini terdiri dari tiga macam rasa, yaitu original, pandan, dan aroma kulit jeruk. Ukurannya bervariasi, yakni 330 gram, 500 gram, dan 1 kilogram dengan harga mulai dari sekitar Rp 15.000 hingga sekitar Rp 40.000. Selain itu, ada pula dodol susun yang harganya sekitar Rp 140.000.

“Dodol susun ini terdiri dari 5 buah dodol yang disusun dari ukuran besar ke kecil,” katanya.

Vincent pun menyebutkan, peminat dodol keranjang ini bukan hanya warga Bandung (kerutunan), tapi banyak pula dari luar kota. Ini dikarenakan kualitas dodol keranjang buatan Vincent tetap dipertahankan sejak dulu nenek moyangnya.

"Kita tetap mengutamakan kualitas. Itu sebabnya, dodol keranjang buatan kami banyak digemari," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA