Dikira Lansia Sejak Kecil, Miliki Wajah Baru Penderita Progeria Ini Tak Lagi Takut Selfie

Ragam

Selasa, 21 Januari 2020 | 15:30 WIB

200121151247-wajah.jpg

dailymail

Seorang anak perempuan berusia 15 tahun di Negeri Tirai Bambu kini bisa terseyum dan tak lagi takut berselfie. Ini karena ABG bernama samaran Xiao Feng tersebut sudah mendapat wajah baru (secara harfiah).

Ya, sepanjang hidupnya lulusan SD yang menolak melanjutkan sekolah ini mengalami kelainan hingga wajahnya terlihat berpuluh-puluh tahun lebih tua. Namun kegundahannya berakhir setelah seorang dermawan membiayai operasi  plastik yang kini mengubah hidupnya.

Feng sebelum dan sesudah operasi.

Dikutip dari DailyMail, Selasa (21/1/2020) Feng yang mendapat olok-olok dan intimidasi di sekolah karena terlihat seperti nenek-nenek mogok  keluar rumah gara-gara kulitnya yang keriput. Namun menyapa publik usai operasi yang berlangsung lebih dari tujuh jam, Feng nyaris tak dikenali.

Ahli bedah dari Rumah Sakit Bedah Plastik Sunline Shenyang menyebut Feng menderita progeria, kondisi genetik langka yang menimpa satu dari delapan juta kelahiran dan menyebabkan penderita menua  secara prematur. Namun Feng masih beruntung karena kondisi yang dideritanya hanya memengaruhi kulit, bukan organ dalam.

Guo Mingyi, dermawan yang membantu Feng.

Feng bersama tim medis usai pemulihan operasi.

Selain Feng, ibunya pun ternyata memiliki kondisi serupa. Feng menjalani operasi berkat dermawan yang mengumpulkan uang lebih dari £ 20.000 atau Rp 335 juta untuk membayar tagihan medis.

Operasi berlangsung pada 29 Desember dengan melibatkan 10 ahli bedah, tiga ahli anestesi dan lima perawat. Shi Lingzhi, kepala rumah sakit mengatakan tim mengangkat kulit berlebih dengan ketebalan total 7 cm. Feng juga mendapat rekonstruksi hidung, alis, dan mulut.

Shi Lingzhi, kepala rumah sakit yang menangani operasi rekonstruksi wajah Feng.

Feng tak kuasa menahan tangis menyambut kedua orangtuanya.

Shi mengatakan total tagihan medis Feng yang berjumlah 500.000 yuan atau Rp 995 juta dibebaskan oleh pihak rumah sakit. Kini dengan penampilan baru,  Feng kembali berani bercermin. Feng pun menangis sambil memeluk kedua orangtuanya saat melihat wajah barunya. “Hari ini hari paling bahagia anakku,” ujar sang ayah, Wang Hongde.

Xiao Feng lahir dari keluarga yang kurang mampu di Heishan, Provinsi Liaoning. Sebelum operasi, ia tidak pernah berani berselfie  dan tidak punya teman. "Tidak ada yang mau bermain denganku. Hanya merpati yang mau menemani karena mereka tidak berpikir aku jelek," katanya.

Ayahnya mengatakan  kulit Feng  mulai kendur di usia  satu tahun dan  semakin seiring usia. Setelah  lulus SD Feng memilih tinggal di rumah karena  takut bertemu teman baru.

Feng dan sang ibu yang juga menderita kelainan sama.

“Umurku 15 tahun, tapi wajahku seperti yang  berusia 60 tahun. Aku ingin  terlihat seperti teman-teman.” Demikian ungkapan hati Feng dalam surat yang dilayangkan pada Guo Mingyi, dermawan dari kota yang sama. Feng sendiri terbilang pendiam dan lembut. 

“Anakku sedih karena sejak sekolah dasar, dia sering dikira orangtua murid. Dan setiap kali pergi ke kota dengan ibunya, orang-orang berbisik-bisik,” ungkap sang ayah yang kini ikut berbahagia melihat Feng yang berkulit kencang dan cantik. Ia juga berterima kasih pada warga yang ikut mengumpulkan uang demi sang buah hati.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA