Munculnya Salju di Tabuk Arab Saudi, Tanda Kiamat?

Ragam

Jumat, 17 Januari 2020 | 21:11 WIB

200117211613-muncu.jpg

TINGGAL di Mekah merupakan keistimewaan luar biasa bagi seseorang (muslim). Mekah merupakan tanah paling Allah SWT cintai dan tanah paling mulia.

Pada hari Jum'at, 10 Januari 2020 Arab Saudi tepatnya di daerah Tabuk dihebohkan dengan turun salju. Tabuk yang merupakan provinsi bagian barat laut Arab Saudi yang berbatasan dengan Yordania.

Kota Tabuk memiliki kekayaan dan keindahan alam. Dalam sejarah, perang Tabuk adalah perang terakhir Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam melawan pasukan Romawi pada bulan Rajab tahun ke-9 hijriah.

Dengan turunya salju membuat ratusan orang dari seluruh daerah Arab Saudi datang ke kota Tabuk sekedar berjalan kaki di hamparan salju. Ini menjadi perhatian kita semua apalagi di media sosial karena menjadi fenomena alam tersendiri, apalagi mengingat kini di Arab Saudi cuaca tergolong sedang panas (bukan sedang cuaca dingin,red).

Namun bagi seorang muslim fenomena itu sebetulnya bukan hal yang aneh. Nabi Muhammad SAW sejak 1400 tahun yang lalu telah menjelaskannya. Ketika itu para sahabat bertanya kepada Rasulallah SAW tentang kapan datangnya hari kiamat.

"Hari akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai." (HR Muslim)

Ada yang menyebutkan kejadian ini dengan tanda akhir zaman. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak mengetahui kapan tanda-tanda kiamat. Dalam Al-Quran Surat Al-Araf ayat 187 yang artinya:

"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat; Bilakah terjadinya? Katakanlah, sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia."

Ustaz Rifa Anggyana mengatakan, Syekh Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan bahwa kenapa tidak diketahuinya waktu terjadinya kiamat. Yaitu agar manusia tetap beribadah kepada Allah dan mencegah diri dari perbuatan maksiat tanpa memperhatikan kapan akan terjadinya hari kiamat.

"Adapun sebab dirahasiakannya kiamat dari seorang hamba adalah jika mereka tidak mengetahui waktu terjadinya kiamat, maka mereka akan senantiasa menjadikannya sebagai peringatan. Maka hal itu akan lebih dekat dengan ketaan dan menghindari dari maksiat."

Maksudnya, tidak akan dijelaskan waktu kejadian tersebut secara terperinci kecuali Allah SWT, yakni tidak ada yang kuasa menjelaskan waktu terjadinya kiamat dengan kabar dan pemberitahuan kecuali Allah SWT. (Dalam Fakhruddin Ar-Razi, Mafatihul Ghaib, Beirut, Daru Ihya’it Turats : 1420 H, Juz XV Hal 423. Wallahu a’lam

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA