Ini Dia Tiga Manfaat Lain dari Donor Darah

Ragam

Kamis, 16 Januari 2020 | 12:30 WIB

200116113131-ini-d.jpg

klikdokter.com

DONOR darah seringkali dilakukan untuk membantu proses operasi atau orang yang kekurangan darah karena kecelakaan. Tapi untuk mengantisipasi biasanya Palang Merah Indonesia (PMI) sudah memiliki ketersediaan darah dan menganjurkan masyarakat melakukan donor darah minimal 3 bulan sekali.

Nah, jadi perlu kita tahu nih, anjuran tersebut bukannya merugikan atau membahayakan kesehatan melainkan memiliki memiliki beragam manfaat loh. Seperti dijelaskan Kepala Unit Transfusi Darah Pusat (UTDP) PMI Dr. dr. Ria Syafitri Evi Gantini, M.Biomed, donor darah dipastikan sehat karena kondisi kesehatan diperiksa secara berkala.

"Kalau donor darah pasti sehat, donor darah diperiksa penyakitnya hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Kalau dia ada penyakit dia nggak boleh dipakai darahnya. Hemoglobinnya kurang nggak boleh donor, berarti kalau orang donor rutin diperiksa kesehatannya," ujar Dr. Ria seperti dilansir dari suara.com, Kamis (16/1/2020).

Selalu bisa beramal

Tidak semua orang memiliki materi lebih, tapi semua orang memiliki darah. Ini jadi anugerah terbesar pencipta kepada manusia, karena darahnya akan selalu bermanfaat. Darah tidak bisa dibuat dengan alat tapi bisa diproduksi tubuh.

Jadi lewat donor darah menurut Dr. Ria kita bisa membantu dan beramal untuk orang lain yang membutuhkan.

"Kita mau beramal, nggak punya uan rasanya nggak bisa beramal, tapi kalau darah beramal bayar nggak? nggak, setiap saat bisa beramal, pakai donor darah, setiap saat didoakan dari orang yang menerima darah," jelasnya.

Tubuh menghasilkan darah segar

Darah yang keluar, secara bertahap diganti oleh tubuh dengan darah yang baru. Jadi saat ia mendonor darah dalam kurun waktu 8 hingga 10 minggu, maka artinya ia akan selalu merefresh darahnya.

"Dengan donor darah sebenarnya, juga merefresh darahnya, diambil darahnya terus diganti, berarti darahnya segar lagi baru lagi," ungkapnya.

Bisa melepaskan stres

Saat stres atau tekanan melanda, akan berimbas pada kesehatan termasuk tubuh. Jadi jangan tidak aneh jika menurut Dr. Ria ada beberapa orang yang ketagihan saat mendonorkan darahnya.

"Ada beberapa orang yang rutin mendonorkan derahnya, merasa seperti itu (hilang stres). Kalau nggak donor dia rasanya ketagihan juga, ada yang seperti itu," tutupnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA