Kini Bayar Listrik Lebih Mudah dan Aman

Ragam

Sabtu, 14 Desember 2019 | 11:03 WIB

191213144447-kini-.jpg

KEBUTUHAN listrik saat ini adalah kebutuhan yang sangat vital. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik, PLN memerlukan biaya yang cukup besar. Biaya tersebut salah satunya diperoleh dari pembayaran rekening listrik pelanggan. Itulah mengapa PLN sangat membutuhkan partisipasi pelanggan dalam membayar rekening listrik.

Dalam mempermudah pembayaran rekening listrik pelanggan, PLN telah bekerjasama dengan lebih dari 33 Bank dan PT Pos yang dikenal dengan Payment Point On Line Bank (PPOB). Saat ini jumlah PPOB telah berkembang pesat. Pelanggan pun bisa membayar listrik di mana saja (mulai dari Kantor Pos, Alfamart, Indomaret, bahkan di warung terdekat yang memiliki mesin EDC) dan kapan saja (melalui delivery channel bank seperti ATM, SMS Banking, Internet Banking dan E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dll).  

Pembayaran rekening listrik dapat dilakukan pada tanggal 1 sampai 20 setiap bulannya. Apabila melewati dari waktu pembayaran yang telah ditetapkan, pelanggan akan dikenai denda dan pemutusan.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan PLN

Dikalangan masyarakat, hal-hal terkait listrik sering diidentikan dengan PLN baik itu mengenai instalasi listrik pelanggan, tiang dengan jaringan kabel, alat penghemat listrik, dan sebagainya. Bahkan, beberapa masyarakat menganggap petugas yang datang menangani listrik dianggap sebagai petugas PLN tanpa melihat atribut/ surat tugas resmi. Kesalahpahaman inilah yang sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan PLN. Lalu, apa sebenarnya tugas PLN dan bagaimana bentuk penipuan yang mengatasnamakan PLN?

Proses Bisnis PLN

- Proses bisnis PLN adalah menyalurkan listrik dari jaringan listrik PLN ke kWh meter pelanggan. Dengan demikian, batas kewenangan PLN adalah sampai dengan kWh meter pelanggan sedangkan instalasi yang berada setelah kWh meter adalah kewenangan pelanggan. Oleh karena itu, PLN tidak pernah menjual peralatan kelistrikan seperti box kWh meter, penghemat listrik dan barang lainnya kepada pelanggan/masyarakat. Begitu juga mengenai penentuan subsidi listrik bagi pelanggan kurang mampu

- Subsidi listrik merupakan wewenang pemerintah dimana data penerima subsidi listrik diperoleh dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Ketenagalistrikan). Oleh karena itu,masyarakat harus waspada apabila ada oknum yang berpura-pura melakukan survey  dan menunjukkan surat tugas palsu lalu menawarkan paket subsidi listrik kepada pelanggan dengan cara menginfokan ke pelanggan bahwa mereka adalah warga yang terpilih untuk mendapatkan paket subsidi namun harus membayar sejumlah uang.

Petugas dan Transaksi Keuangan Resmi PLN

- Petugas resmi PLN yang mengunjungi rumah pelanggan selalu dilengkapi dengan kartu pegawai/pengenal resmi dan surat tugas. Khusus untuk kegiatan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL), pemeriksaan dilakukan oleh petugas resmi PLN dan disaksikan pelanggan atau ketua RT. Hasil pemeriksaannya pun dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani petugas dan pelanggan.

- Setiap transaksi keuangan antara pelanggan dengan PLN seperti pembayaran pasang baru, tambah daya, pembayaran tagihan listrik, pembelian token, maupun geser tiang, hanya bisa dilakukan di bank atau payment point online bank. Petugas PLN dilarang melakukan transaksi keuangan (menerima/meminta) di lokasi rumah pelanggan. Selain itu, tanda bukti pembayaran yang diterima pelanggan adalah struk resmi dari bank atau tempat pembayaran online bank, bukan kuitansi yang dijual bebas di pasaran.

Pemahaman tentang PLN dan ketenagalistrikan sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan dengan modus seperti di atas. Pemanfaatan layanan resmi PLN yaitu Contact Center 123 yang bisa diakses melalui telepon rumah 123, HP (kode area) 123, email [email protected], facebook PLN 123, dan twitter @pln_123 mempermudah pelanggan untuk bertransaksi maupun bertanya kepada PLN. Layanan ini bisa diakses dimana saja dan kapan saja, 7 x 24 jam. Selanjutnya, apabila pelanggan melihat, mengetahui, atau mengalami tindak penipuan berkedok PLN, pelanggan dapat mengecek kebenarannya dengan menghubungi unit terkait dan Contact Center 123 serta langsung melapor ke polisi.

 

Berikut beberapa modus operandi oknum-oknum tersebut:

  1. Menawarkan jasa pasang baru, tambah daya, ubah tarif, penyambungan sementara, penggantian kWh meter secara illegal tanpa melalui jalur yang sah dan resmi. 
  2. Menawarkan paket subsidi listrik
  3. Menjual peralatan seperti box kWh meter, kartu gantung meter, alat penghemat listrik, disertai paksaan atau bahkan ancaman.
  4. Berpura-pura sebagai petugas PLN yang menagih rekening listrik yang tertunggak atau memeriksa instalasi listrik di rumah pelanggan.
  5. Menyebarkan surat atau pemberitahuan mengenai pemadaman listrik untuk kemudian memaksa pelanggan membayar sejumlah uang sebagai pembayaran genset.

 

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA