Miliki Bentuk Provokatif

Warga Takjub dan Takut, Ribuan Cacing Raksasa Penuhi Tepian Pantai California

Ragam

Jumat, 13 Desember 2019 | 16:29 WIB

191213123153-bukan.jpg

dailymail

Ribuan ikan berbentuk organ intim pria mendadak memenuhi tepian Pantai Drakes, California, AS. Pemandangan yang tersaji kemarin itu membuat warga pengunjung takjub jika bukan kaget. Dikutip dari DailyMail, merupakan jenis fat innkeeper worm atau cacing lemak, bentuknya yang “provokatif” membuat orang banyak mengaitkannya dengan organ kelamin.

Berukuran panjang 25 cm dengan warna kemerahan, cacing gemuk ini sekilas juga mirip sosis. Dan meninggalkan liang berbentuk U di lumpur atau pasir yang ditinggalkannya hingga menjadi tempat berlindung makhluk laut lain, si cacing sampai dinamai innkeeper atau “pemilik penginapan”. Terdamparnya hewan laut ini daratan masih belum jelas pemicunya.

What's THAT..?

Thousands of them..

Di area California, “penis fish” pertama kali ditemukan ahli biologi Ivan Parr pada 6 Desember setelah badai menghantam daerah tersebut. Soal  ribuan  cacing yang mendadak memenuhi tepian pantai ternyata bukan kali pertama. 

"Fenomena yang sama dilaporkan terjadi dalam tahun-tahun terakhir di Pajaro Dunes, Moss Landing, Teluk Bodega, dan Pelabuhan Princeton," tulis Parr untuk Bay Nature.

Ia melanjutkan, “Aku juga mendengar teori imajinatif dari para penyisir pantai yang menyebut cacing ini peninggalan kapal pengangkut bratwurst yang rusak." 

Tapi Ivan lebih meyakininya sebagai penghuni pantai yang jinak dan tak sedikit yang menyebutnya cacing penjaga penginapan yang gemuk. Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di bagian berlumpur dan berpasir di dasar laut dengan usia hidup hingga 25 tahun.

Mereka memakan bakteri, plankton dan partikel lain yang ditangkap dengan menggunakan slime nets. Cacing ini membuat lumbung berbentuk U sebagai rumah sementara mereka, yang kemudian digunakan oleh makhluk lain.

Di Asia sudah biasa.

Liang yang sama memiliki cerobong pasir yang memungkinkannya masuk dan keluar serta menangkap makanan. Para ahli  menemukan bukti keberadaannya dalam catatan sejarah karena sempat ditemukan  lubang berbentuk U yang berasal dari 300 juta tahun lalu.

Namun karena ukuran dan tubuhnya yang lunak, mereka bisa dibilang memiliki banyak ancaman termasuk dari berang-berang, camar hiu dan manusia. Tapi para ahli mengatakan cacing ini tidak berbahaya dan pasif. Meski masih langka di Amerika, tetapi lain halnya dengan di Korea Selatan, Jepang, dan Cina.

Warga Korsel, Jepang dan Cina biasa menyantapnya.

Warga di sana ternyata biasa memakan cacing ini dan mengatakan teksturnya kenyal dengan paduan rasa asin dan sangat manis. Biasanya cacing disajikan dengan saus gurih yang terbuat dari minyak wijen dan garam atau saus yang terdiri atas cuka dan gochujang. Ada juga yang menjadikannya sate bertabur  garam, merica, dan minyak wijen.

I see..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA