Suntik Bibir Hingga Bergelombang, Devil Lips Tren Kecantikan Berisiko dari Eropa Timur

Ragam

Selasa, 10 Desember 2019 | 11:11 WIB

191209155402-devil.jpg

dailymail

Satu lagi tren kecantikan kembali membuat netizen riuh. Kali ini membuat para pakar kecantikan ikut angkat bicara karena dianggap berisiko. Tren dimaksud yaitu Devil Lips atau Bibir Setan. Dianggap ekstrem, tren yang satu ini mengharuskan siapa pun yang berminat untuk membuat bibir mereka bergelombang dengan motif beragam.

Dikutip dari DailyMail, Senin (9/12/2019) tren yang berawal dari Rusia ini mulai menghiasi timeline Instagram. Namun dokter dan praktisi kecantikan langsung menanggapi serius dengan menyebutnya sangat tidak alami dan terutama membahayakan. Devil Lips dibuat dengan prosedur lip filler atau make-up bagi yang “ngeri” tapi tak ingin ketinggalan tren. Injeksi lip filler Devil Lips sendiri dlakukan secara semi-permanent di bagian tepi mulut.

After and before, like REALLY?

O.M.G.

Dokter Krystyna dariCosmetic Dentist and Facial Aesthetician mengatakan, “Kita tidak bisa mengubah anatomi bentuk bibir seperti ini. Mempertajam atau contour dengan menambah tepian vermillion border tapi Devil Lips ini bukan sesuatu yang alami.” Selain itu injeksi lip filler sembarangan bisa mengenai pembuluh darah hingga memicu penyumbatan atau membuat jaringan sekitarnya mati (necrosis).

Saking berisiko Photoshop disarankan sebagai jalan terbaik untuk mengikuti tren kecantikan ini. Sementara itu seperti yang diperkirakan netizen menanggapi Devil Lips dengan beragam komentar. Sebagian mengaku ngeri tapi ada saja yang tergoda untuk mencoba. Seleb seperti Rochelle Humes mengaku ngeri sedangkan pendiri Dermaspa, Nilam Holmes melalui akun Instagram menegaskan tren kali ini sangat tidak layak diikuti.

I mean..

The comments.

“Bibir seperti ini sangat tidak alai dan konyol. Dari nama trennya saja sudah bisa ditebak.. bagaimanapun caranya, tato atau filler... it looks terrible.”, “Kupikir ini Photoshop atau bagian dari Halloween!”, “'Please don’t be naive and follow silly trends like this!”, “Satu alasan serius untuk tidak mengikutinya? Bentuk bibir belum tentu bisa kembali normal!” Demikian di antara komen para netizen.

Your call?

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA