Nabi Adam Melihat Nama Muhammad Tercatat di Arsy

Ragam

Senin, 9 Desember 2019 | 03:04 WIB

191209001103-nabi-.jpg

KETIKA cucunya lahir ke dunia, Abdul Muthalib membawa bayi itu ke Ka'bah. Di hadapan banyak orang Mekkah kala itu, Abdul Muthalib mendeklarasikan nama cucunya adalah Muhammad.

Masyarakat Mekah kala itu sempat protes karena Muhammad bukanlah salah satu nama dari berhala-berhala. Saat itu memang ada tradisi di masyarakat Mekah harus menamai anak mereka dengan nama-nama berhala.

Rupanya, Muhammad atau nama kecilnya Ahmad adalah nama sakral. Nama ini ternyata bukan pemberian manusia, melainkan disampaikan Allah kepada kakek dan ibu dari bayi yang kelak menjadi junjungan umat Islam sedunia itu.

Dalam Sirah Nabawiyyah yang disusun oleh Ibnu Hisyam, ibunda Rasulullah, Sayyidah Aminah mengaku pernah didatangi malaikat saat mengandung. Kepada Sayyidah Aminah, malaikat itu menyampaikan pesan demikian.

"Sesungguhnya kau sedang mengandung pemimpin umat ini. Maka, ketika ia terlahir ke dunia, ucapkanlah, 'aku memohon perlindungan untuknya kepada Tuhan yang Maha Esa, dari kejahatan setiap orang yang hasud,' dan namai ia Muhammad."

Demikian halnya dengan Abdul Muthalib. Dia mendapatkan nama Muhammad dalam mimpinya ketika tidur.

Dalam tidurnya, Abdul Muthalib melihat rantai emas keluar dari punggungnya. Ujung rantai itu menyebar ke langit, bumi, timur dan barat, lalu menjadi pohon yang setiap daunnya bercahaya. Semua penduduk di timur dan barat bergantung kepadanya.

Atas dasar mimpi itulah, Abdul Muthalib menamai cucunya dengan Muhammad. Nama yang asing dan sama sekali tidak dikenal oleh penduduk Mekah kala itu.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengabadikan sebuah riwayat mengenai nama Muhammad dalam kitabnya Latha'if Al Ma'arif fi ma lli Mawasim Al Am min Al Wadha'if. Riwayat itu menyebutkan Nabi Adam AS telah melihat nama Muhammad tercatat di Arsy.

"Riwayat ini mengindikasikan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu itu dikeluarkan dari punggung Adam dan (diangkat menjadi) nabi, lalu Adam mengambil perjanjian (dari)nya. Riwayat tersebut berisi dalil atas dikeluarkannya keturunan Adam dari punggungnya, dan mengambil perjanjian dari mereka sebelum ditiupkan ruh kedalam Adam. Riwayat (pendapat seperti) ini berasal dari Salman Al Farisi dan (ulama) lainnya dari generasi salaf. Dalil pendukungnya adalah zahir (lafad) firman Allah (Al A’raf: 11), 'Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, 'Bersujudlah kamu kepada Adam'."

Muhammad adalah nama istimewa dalam segi manapun. Termasuk dari segi huruf-huruf yang membentuknya.

Imam Syamsuddin Al Safiri Al Syafi'i dalam Al Majalis Al Wa'dhiyyah fi Syarh Ahadits Khair Al Bariyyah min Shahih Al Imam Al Bukhari menjelaskan demikian.

"(Nama) Muhammad terdiri dari empat huruf. Hikmahnya adalah agar sesuai dengan (nama) Allah Ta'ala, karena jumlah Lafdul Jalalah adalah empat huruf seperti (nama) Muhammad."

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA