Inilah Kemuliaan Seseorang Bernama "Muhammad"

Ragam

Minggu, 8 Desember 2019 | 06:46 WIB

191208064920-inila.jpg

dok

KAKEK Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberinya nama Muhammad dengan alasan tertentu. Sama seperti orangtua pada umumnya, mereka pasti ingin anaknya mendapatkan nama yang indah dan terpuji.

Kakek Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abdul Muthalib memberi nama Muhammad karena ia ingin cucunya itu dipuji oleh semua orang. Beberapa sumber juga mengatakan hal yang serupa.

Dalam sumber lain dinyatakan bahwa nama Muhammad ini akhirnya membuat kaum kafir Quraisy bingung bukan kepalang.

Orang Quraisy ini benci dengan dakwah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka membencinya (Muhammad), namun faktanya mereka malah memanggilnya dengan panggilan 'Yang Terpuji.' Sebab arti Muhammad itu 'Yang Terpuji.'

Muhammad al Bushiri, seorang penyair ulung menjadikan nama Muhammad benar-benar keramat. Ia melantunkan kekeramatan itu dalam nadzam Burdahnya.

"Sesungguhnya aku punya jaminan (di hari kiamat) yakni namaku Muhammad"

"Dan ia (Nabi Muhammad) adalah makhluk paling sempurna dalam menepati janji (memberikan syafaatnya di hari kiamat)"

Tentu ia tidak serta merta mengeramatkan nama itu tanpa dasar. Setidaknya, ada beberapa hadist yang mengungkapkan betapa mulianya nama Muhammad.

Pertama, hadist yang disebut Hakim dalam kitab Al-Tarikh-nya,

“Jika kalian memberikan anak-anak kalian nama ‘Muhammad’, maka muliakan mereka dan lapangkanlah tempat duduk mereka dalam majelis. Dan jangan kalian hinakan wajah mereka (jangan hinakan atau caci maki mereka dengan kata-kata ‘semoga Allah jelekkan wajah kalian’ atau sejenisnya).”

Kedua, hadist yang diriwayatkan al-Suyuthi di dalam kitabnya, Jami’ as-Shaghir.

“Jika kalian memberikan nama ‘Muhammad’ (pada anak-anak kalian), maka janganlah kalian pukul mereka (kecuali karena hukum had dan mengajarkan adab), dan janganlah kalian larang mereka (muliakan dan berbuat baiklah pada mereka).”

Demi kemuliaan nama Muhammad ini, khalifah Umar bin Khattab bahkan pernah berang kala ia mendengar ada seseorang mencela nama Muhammad. Muhammad bin Yazid bin Khattab, nama orang yang dicela itu, melakukan suatu perbuatan buruk, sehingga orang-orang mencelanya, “Wahai Muhammad, semoga Allah menghukum perbuatan (buruk) mu.”

Muhammad bin Yazid tinggal di Kuffah, 1.200-an kilometer berjarak dari Madinah, tempat Umar memerintah.

Sang khalifah setelah mendengar kisah celaan terhadapnya, ia menyuruh Muhammad bin Yazid untuk segera menghadap ke Madinah.

Dengan pengorbanan tenaga dan waktu harus menempuh jarak ribuan kilometer di masa transportasi sebatas unta itu tentu saja menuntut pengorbanan yang sangat banyak. Hal ini menunjukkan bahwa ini bukan masalah yang sederhana bagi sang khalifah.

Seperti dilansir dari website Pondok Pesantren Lirboyo, Khalifah Umar sangat marah kepada Muhammad bin Yazid bin Khattab. Bukan kepada sang pencela. Jelas karena perbuatan buruknya itu sama sekali tidak dapat ditoleransi. “Aku takut nama Nabi Muhammad dicaci-maki karena ulahmu.”

Saking hormatnya sang khalifah kepada nama Muhammad, sejak peristiwa itu ia melarang penduduk Kuffah memberi nama anak-anak mereka nama Muhammad.

Ia sangat takut penduduk Kuffah akan serampangan mencaci seseorang yang bernama Muhammad. Wallahu a’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA