Dijejalkan Teman Sekolah ke Dalam Mata, Jadi Korban Bully Dua Bulan Siswi SD "Nangis Kertas"

Ragam

Selasa, 19 November 2019 | 15:57 WIB

191119155341-ibu-k.jpg

dailymail


Satu lagi kasus bully kembali membuat netizen emosi. Kali ini datang dari postingan akun medsos dari Negeri Tirai Bambu. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, seorang ibu dibuat heran sekaligus khawatir saat buah hatinya yang masih duduk di kelas dua sekolah dasar kerapmengeluarkan potongan kertas dari kelopak matanya.

Apa yang membuatnya khawatir selama kurang lebih dua bulan itu berubah menjadi kengerian saat ia menyadari apa yang sesungguhnya dialami sang putri dalam dua bulan terakhir. Rupanya bocah berambut sebahu itu menjadi sasaran bully dua siswa lainnya di kelas. Dari pengakuannya, hampir setiap hari dua murid laki-laki selalu mengunci tubuhnya di lantai, lalu memasukkan lipatan kertas ke dalam organ penglihatannya.  

OMG.

Tak terima, ibu korban pun buka mulut di hadapan media. Insiden dialami putrinya yang hanya disebut dengan nama alias Duo Duo. Selama ini DD tercatat sebagai siswa Dajian Primary School di Yuzhou, Henan Province. Ibu DD yang diketahui bermarga Li menyebut akibat perlakuan kekerasan yang diterima putrinya sejak akhir September lalu dirinya sudah mendatangi rumah sakit.

Tindakan dilakukan untuk membersihkan mata DD dan memastikan tak ada serpihan kertas yang tertinggal. Tak itu saja, sebagai bukti Li pun merilis footage berupa klip pendek yang memperlihatkan bagaimana sang buah hati kesakitan saat petugas medis membersihkan matanya dari sisa-sisa kertas yang dijejalkan.

Painful.

Kekhawatiran terbesar Li adalah kemungkinan DD mengalami kerusakan penglihatan. Ia pun trauman dan dihantui ketakutan jika putrinya  masih belum sepenuhnya bebas dari bully. Sementara itu menanggapi kasus ini kepala sekolah bernama keluarga Wang memastikan apa yang dialami DD terjadi di luar pengawasan pengajar.

Ia pun mengiyakan apa yang dialami DD benar adanya. Namun menurutnya DD bukan satu-satunya korban karena pelaku melakukan aksinya dengan menyasar korban secara random. Sedangkan aparat berwenang menyebut hingga kini empat siswa sudah dimintai keterangan, Pengakuan mereka peristiwa terjadi kala tengan bermain.

Ibu korban tak terima.

Selain itu Yuzhou Education and Sports Bureau memperingatkan pihak sekolah dan para guru untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. Sekolah pun diwajibkan memberikan konseling psikologis bagi korban juga pelaku.



Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA