Ditemukan Membeku di Lantai Kamar, Semalaman Main Game Siswa SMA Tewas Akibat Stroke Mendadak

Ragam

Rabu, 13 November 2019 | 15:30 WIB

191113101824-ditem.jpg

dailymail


Sayang anak tak berarti memberikan semua yang diinginkan atau membiarkan sang buah hati melakukan apa saja tanpa batasan tegas. Jika tidak bisa-bisa berujung fatal seperti yang dialami orangtua asal Thailand ini. Mereka harus menerima kenyataan kehilangan anaknya yang masih remaja akibat kecanduan video game.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, publik Negeri Gajah Putih dikejutkan oleh berita tentang tewasnya siswa SMA Piyawat Harikut akibat stroke. Remaja 17 tahun itu mendapat serangan stroke mendadak setelah semalaman bermain video game. Laporan media setempat, Piya memang tengah libur sekolah dan menghabiskan hari dengan melakukan hobinya nonstop.

OMG.

Makanan pun diantarkan ke kamar.

Pengakuan orangtuanya, Piya biasa menghabiskan malam memainkan berbagai game di komputer miliknya. Bahkan di siang hari ia akan menutup gorden kamar dan melanjutkan hobinya. Saking kecanduan, sang ibu sampai harus mengantar makanan ke dalam kamar. Mengaku berusaha membujuk Piya untuk beristirahat tapi permintaannya tak pernah diindahkan.

Namun akhir Oktober itu, niat Jaranwit ayahnya yang juga anggota angkatan udara untuk mengingatkan putranya agar beristirahat ternyata terlambat. Minggu sore akhir bulan lalu ia menemukan Piya kolaps. Tubuhnya melorot dari kursi dengan wajah menimpa PC di lantai. Bersama tubuhnya yang membeku, sejumlah bekas makanan instan berserakan di atas meja.

RIP Piya.

Usaha Jaranwit menyelamatkan Piya dengan prosedur pertolongan pertama tak membuahkan hasil. Piya sudah tak bernyawa. “Aku memanggil-manggil namanya tapi tak ada respons. Kukatakan padanya untuk membuka mata, dia tetap membeku. Aku tahu telah kehilangan anak laki-lakiku,” katanya. Keterangan petugas medis, Piya meninggal akibat serangan stroke setelah memaksa tubuhnya terjaga memainkan video game sepanjang malam.

Jaranwit tak menampik anaknya kecanduan video game dan untuk itu ia mengingatkan para orangtua untuk tidak melakukan kesalahan serupa, membiarkan anak melakukan keinginan tanpa batasan. “Putraku anak yang pintar dengan nilai yang tak pernah mengecewakan di sekolah. Tapi dia sangat kecanduan game. Aku sudah mengingatkannya untuk tidak bermain game hingga larut malam dan dia pun berjanji akan mengurangi kebiasaannya itu. Tapi semua terlambat,” ujarnya getir.

Jadi pelajaran.

Jaranwit tak bisa mengubah takdir tapi berharap apa yang menimpa keluarganya menjadi pelajaran. “Piya meninggal sebelum sempat berubah. Tapi aku ingin kepergiannya tidak sia-sia dengan menjadikannya peringatan bagi para orangtua yang anak-anaknya terobsesi dengan game.  Mereka harus tegas menerapkan aturan jika tidak apa yang menimpa Piya bisa terulang,” katanya.

Jasad Piya sendiri langsung dibawa ke kuil Buddha tak jauh dari kediaman orangtuanya di Udon Thani setelah dipulasara di rumah sakit. Di sana ayah dan ibunya menunggu untuk melepas kepergiannya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA