Ditawar Rp 722 Juta, Terekam Kamera Warga Ikan Berwajah Manusia Kembali Muncul

Ragam

Selasa, 12 November 2019 | 13:17 WIB

191112125535-harga.jpg

dailymail


Sebuah video dari Negeri Tirai Bambu kembali viral. Kali ini hasil rekaman seorang warga yang dibuat kaget saat melihat ikan berwajah mirip manusia. Dikutip dari DailyMail, video dimaksud memperlihatkan ikan berwarna kecokelatan dengan ukuran cukup besar yang sekilas memiliki anatomi layaknya manusia lengkap dengan mata, hidung dan mulut.

Diposting blog Feidian Videos, klip yang dibuat pengunjung Miao Village, salah satu destinasi wisata di Kunming itu pun langsung wara-wiri di sejumlah timeline media sosial. Dari rekaman yang beredar perempuan di balik kamera yang melihat langsung ikan ajaib ini terdengar tak bisa menyembunyikan rasa kaget sekaligus takjub.

What's that..?

“Ini ikan dari negeri dongeng,” ujarnya. Sejak pertama diposting klip berdurasi 15 detik itu sudah berkali-kali dibagi ulang. Komentar pun memenuhi Weibo, platform sejenisTwitter lokal. Meski sama-sama takjub tak sedikit yang mengaku takut. “Ikan yang sangat menakutkan..”, “Siapa coba yang berani memakan ikan dengan rupa seperti itu.”

Demikian di antara komentar yang bermunculan. Dan ternyata meski tak ada yang memastikan jenis ikan berwajah manusia ini, penampakannya bukan yang pertama. Ikan serupa sempat pula ditemukan di Taiwan dan Inggris. Tahun 2010, Brendan O’Sullivan (44)  warga Dagenham, Essex Inggris membeli ikan yang setelah dipelihara selama lima bulan wajahnya ternyata menyerupai manusia.

Zoom in.

Jika dijual bisa mencapai Rp 722 juta.

“Mengejutkan tapi juga luar biasa. Dari dua matanya, hidung dan mulutnya ikanku itu sangat mirip manusia. Kupikir aku salah lihat,” ujarnya. Ia menyebut ikan jenis menakutkan yang tetap dipelihara olehnya itu diperkirakan dibanderol 40 ribu poundsterling atau tak kurang dari Rp 722 juta jika dijual. Sementara di Taiwan tahun berikutnya seorang warga Yilan mengaku menyaksikan ikan manusia di  kolam milik pemerintah setempat.

I see.. so, what  is it?

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA