Roberts Belum Tentukan Nasib Duo Brazil

Persib

Senin, 20 Januari 2020 | 17:32 WIB

200120173257-rober.JPG

Darma Legi

PELATIH Persib Bandung, Robert Alberts masih belum menentukan nasib duo Brazil, Wander Luiz dan Joel Vinicius. Apakah mereka akan dikontrak atau tidak, masih menunggu hasil uji coba berikutnya.

Seperti diketahui, penampilan kedua pemain itu di turnamen pramusim Asia Challenge 2020 Malaysia dinilai masih belum memenuhi ekspektasi Bobotoh. Robert pun mengakui penampilan Luiz dan Joel masih belum sesuai keinginannya.

Ia bermaksud akan meninjau kembali permainan mereka pada uji coba berikutnya. Pada saat tiba di Bandung, Luiz dan Joel terlihat masih bersama dengan tim. Mereka tiba di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 15.30 WIB

"Kami belum memberikan keputusan 'final' karena mereka masih belum menunjukan performa yang kami inginkan (Asia Challenge). Jadi masih akan kami monitor sedikit lebih lama," jelas Robert di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (20/1/2020)

Menyinggung berapa lama mereka akan diberikan kesempatan, Robert belum bisa menjelaskan secara pasti. Yang jelas ia ingin melihat duo Brazil itu berpadu dengan tim.

"Pada prinsipnya mereka punya rekam jejak yang bagus tapi kami ingin melihat bagaimana mereka, menyatu dengan pemain. Itu yang penting," katanya.

Bersama klub Liga Utama Vietnam (V-League), Becamex Binh Duong, Luiz telah mencatat sebanyak 11 gol dari 24 kali penampilan. Sama dengan Joel Vinicius saat membela dua klub di V-League, Ho Chi Minh City dan Song Lam Nghe Ahn FC.

"Sejauh ini mereka menunjukan kesan yang bagus untuk rekan-rekan satu tim, tapi tetap harus ada hasil yang bagus di lapangan juga," tegasnya.

Robert mengaku baru pertama kali melihat langsung permainan Luiz dan Joel di Asia Challenge 2020. Kedepan pihaknya sudah berencana melakukan uji tanding bersama klub Malaysia lainnya.

"Kami masih akan ada laga uji coba melawan Melaka, mereka akan bermain di laga itu di Bandung. Kami akan akan lihat bagaimana potensi mereka," tegasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA