Hadapi Arema, Persib dalam Kondisi Tak Diuntungkan

Persib

Senin, 11 November 2019 | 16:45 WIB

191111164608-hadap.jpg


JURU taktik Persib Bandung, Robert Alberts mengaku timnya berada dalam kondisi tidak menguntungkan saat menghadapi Arema FC, pada laga lanjutan Liga 1 2019, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (12/11/2019).

Pasalnya, skuat Maung Bandung cukup pincang pasca ditinggalkan sejumlah pemain intinya, terutama di lini serang. Penyerang Persib, Ezechiel N’Douassel bakal absen karena membela tim nasional negaranya, Chad, pada Kualifikasi Piala Afrika 2021.

Sementara, Kevin van Kippersluis masih berkutat dengan cedera yang diperolehnya saat kontra PSIS Semarang, pekan lalu. Pemain agresif lainnya yang mesti absen, yakni Febri Hariyadi dan Ardi Idrus, yang memenuhi panggilan tim nasional Indonesia. Bahkan, gelandang sayap Esteban Vizcarra harus menonton dari jauh, terdampak sanksi akumulasi kartu kuning.

Kehilangan banyak pemain di lini serang, dinilai Alberts, merugikan timnya. Apalagi, rivalnya tengah mengalami krisis di lini belakang, karena dua pemain andalan mereka, Hamka Hamzah dan Agil Munawar, kemungkinan tak merumput.

“Sayangnya waktunya tidak tepat bagi Persib, karena jika kita bermain sesuai jadwal, permainan akan sesuai rencana. Tapi sekarang  tim berubah, karena banyak pemain yang dipanggil timnas dan cedera,” ujar Alberts, dalam jumpa pers di Graha Persib, Kota Bandung, Senin (11/11/2019).

Saat ini, diungkap Alberts, di lini serang tinggal menyisakan Gian Zola Nasrullah, Beckham Putra Nugraha, Ghozali Siregar, dan Frets Butuan. Oleh karena itu, dirinya harus memutar otak guna menemukan konsep bermain tanpa sosok striker murni.

“Meski begitu, para pemain memiliki antusias dan keyakinan tinggi untuk menghadapi pertandingan besok. Apalagi, stadion bakal penuh, yang membuktikan bobotoh masih percaya dengan tim ini,” cetusnya.

Saat disinggung perbedaan Arema di masa kepelatihannya dan sekarang, Alberts menyatakan, klub berjuluk Singo Edan ini masih memertahankan filosofi permainan menyerang mereka. Terlebih, Arema saat ini dihuni oleh mayoritas pemain muda. Alberts sendiri membawa Arema menjuarai Liga Indonesia musim 2009-2010.

“Perbedaannya adalah sembilan tahun. Tapi, spirit Arema adalah bermain agresif dan tetap menyerang. Spirit itu yang bertahan hingga sekarang,” pungkasnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA