Rindu Juara Lagi

Mengenang Euforia 7 November 2014

Persib

Kamis, 7 November 2019 | 08:33 WIB

191107083604-menge.jpg

dok


STADION Gelora Sriwijaya Palembang, Jumat (7/11/2014). Achmad Jufriyanto berlari mengelilingi lapangan. Jupe, sapaan akrabnya, menghampiri ribuan bobotoh yang ada di setiap sudut tribun stadion.

Rasa haru dan gembira bercampur aduk kala itu. Tangisan dan teriakan pun pecah setelah pemilik nomor punggung 16 itu sukses merobek gawang Persipura Jayapura yang dijaga Dede Sulaiman dalam drama adu penalti partai final Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

Eksekusi Jupe yang menaklukan kiper Persipura menjadi penentu kemenangan Persib atas Mutiara Hitam dalam drama adu penalti, setelah pada waktu normal dan babak perpanjangan bermain imbang 2-2.

Ambisi Maung Bandung untuk merebut kembali juara di kasta tertinggi akhirnya terwujud. Persib sukses mengakhiri penantian selama 19 tahun. Maung Bandung, terakhir kali menjadi jawara pada Liga Indonesia (LI) I/1994-1995.

Catatan menarik
Gelar juara Persib ini pun meninggalkan catatan menarik yang tidak pantas dilewatkan. Untuk pertama kali dalam 19 tahun, Persib tampil menjadi juara. Pada 1995, Persib mengalahkan Petrokimia Putra (kini Persegres Gresik United) dengan skor 1-0 lewat gol Sutiono Lamso.

Persib juara melalui adu penalti dengan skor 5-3 atas Persipura setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Sejak kompetisi Liga Indonesia dan Galatama dilebur menjadi satu 24 tahun lalu, drama adu penalti belum pernah terjadi untuk menentukan gelar juara.

Sejauh ini, hanya ada 4 tim yang harus melewati babak perpanjangan waktu untuk merebut gelar juara. Empat tim tersebut adalah, Petrokimia Putra (2002), Persipura Jayapura (2005), Persik Kediri (2006), dan Sriwijaya FC (2007).

Persib sekaligus berhasil memperbaiki rekor pertemuan atas Persipura Jayapura di liga domestik. Serta, 15 menit terakhir menjadi momen kebangkitan Persib. Pada musim itu, 41 persen gol Persib dicetak di akhir pertandingan, termasuk di semifinal melawan Arema Cronus Indonesia.

Hujan kartu tercipta di Pertandingan final. Kedua kubu sama-sama mendapatkan lima kartu kuning. Kartu merah untuk Bio Paulin Pierre dan Vladimir Vujovic diberikan wasit setelah kedua pemain itu sama-sama mendapatkan kartu kuning.

Empat tersisa
Kini, setelah lima tahun berlalu, Jupe ternyata masih ingat dan merasakan euforia luar biasa itu. Kenangan tersebut tentunya tak bisa dilupakan begitu saja. Apalagi pemilik nomor punggung 16 ini menjadi penentu kemenangan Persib dari Persipura Jayapura di laga final yang berakhir dengan skor 5-3.

Menurutnya tidak gampang menjadi algojo terakhir dalam drama adu penalti. Sebab bila eksekusi yang dilakukan gagal, maka akan mengakibatkan kerugian bagi timnya. "Waktu itu, saya berpikir kalau enggak masuk, selesai buat saya," katanya.

Beruntung, instingnya untuk melakukan tembakan ke arah kanan kiper tak mampu terbaca. Jupe berhasil menjebol gawang Persipura sekaligus mengantarkan Persib meraih gelar juara.

"Satu hari setelah pertandingan banyak video dan foto yang berkeliaran di media, malah bikin saya lebih merinding dan terharu. Saya lihat ekspresi teman-teman di belakang saya yang semuanya menangis, berdoa, suporter yang berdoa dan nangis. Jadi tidak terbayang kalau saya gagal (lakukan eksekusi penalti) waktu itu," kenangnya.

Menyambut susksesnya tim kebanggaannya merebut gelar juara untuk kedua kalinya di kasta tertinggi, puluhan ribu bobotoh di Bandung tumpah ruah ke jalan. Mereka larut dalam euforia perayaan gelar juara. Bahkan, sejumlah daerah di Jawa Barat juga melakukan hal serupa hari itu.

Hariono, salah seorang pemain yang saat itu mengantatkan Persib menjadi juara dan seperti Jupe masih bertahan di Maung Bandung, mengaku perasaannya saat itu bercampur aduk. Ia merasa bangga karena dapat menghantarkan Persib kembali merebut takhta tertinggi di kancah sepakbola tanah air. "Bangga, bisa bawa tim sebesar Persib juara," ucapnya.

Hariono berharap, Persib bisa mengulang kembali masa-masa itu di kompetisi musim mendatang. "Alhamdulillah masih dipercaya bersama Persib. Semoga tahun depan masih bisa juara bersama tim ini," singkatnya.

Selain Jupe dan Hariono masih ada dua pemain yang turut mengantarkan juara LSI 2014 dan masih berkostum Persib pada musim ini. Keduanya adalah penjaga gawang I Made Wirawan dan kapten tim Supardi Nasir Bujang.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA