Hari Pertama Penjaringan Bupati Bandung, 10 Orang Ambil Formulir di DPD Golkar

Pemilu

Senin, 11 November 2019 | 12:29 WIB

191111123120-hari-.jpg

Handri Handriansyah/PR


HARI pertama masa penjaringan bakal calon Bupati Bandung, Minggu (10/11/2019), sepuluh nama resmi mengambil formulir pendaftaran di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung. Salah satu dari sepuluh nama tersebut adalah Nia Kurnia Agustina, istri Ketua DPD sekaligus Bupati Bandung Dadang M. Naser.

Pewarta PR, Handri Handriansyah mengabarkan, sembilan nama lain yang juga telah mengambil adalah Dadang Supriatna (anggota DPRD Jabar), Sugianto (Ketua DPRD Kabupaten Bandung), Ferry Sandiyana (Ketua Kadin Kabupaten Bandung), Yoga Santosa (fungsionaris Golkar), Uben Yunara (Ketua SPSI Kabupaten Bandung).

Sedangkan tiga nama lainnya yaitu Whendi Irawan (Sekretaris MKGR Jabar), Anang Susanto (Anggota DPR RI), Tubagus Raditya (Fungsionaris Golkar Jabar) dan Firman B. Soemantri (anggota DPRD Kabupaten Bandung).

"Ibu Nia tidak mengambil formulir diwakili oleh Ketua PK Golkar Ciparay Evi Rianti," ujar Ketua Timsel Cabup DPD Golkar Cecep Suhendar di Soreang, Senin (11/11/2019).

Menurut Cecep, bahwa timsel memberi kesempatan kepada siapa saja untuk mengambil formulir dan mendaftarkan diri. Sesuai jadwal semula, pengambilan formulir dibuka sampai 15 November 2019.

Setelah itu, timsel membuka masa pengembalian formulir pada 15-30 November 2019. Setelah itu, seleksi pun masuk tahap penyaringan berupa pemeriksaan syarat umum dan khusus.

Terlepas dari persayaratan normatif, Cecep mengatakan, tugas timsel kali ini sangat berat. Soalnya mereka harus memiliki kompetensi yang lebih dari kader golkar yang saat ini menjabat sebagai bupati sekaligus Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser.

"Kader kita sebelumnya telah berhasil menurunkan angka pengangguran dari 9,6 persen pada 2010 menjadi 5,0 pada 2018. Belum lagi sejumlah keberhasilan lain. Jadi tugas calon bupati selanjutnya  berat sehingga kami harus mampu menjaring kader terbaik," kata Cecep.

Sebelumnya, Dadang Naser membenarkan kondisi tersebut. Oleh karena itu, ia menilai calon Bupati Bandung berikutnya sebaiknya masih dipegang oleh laki-laki.

"Di Kabupaten Bandung untuk bupati perempuan masih berat. Untuk daerah lain mungkin tidak masalah," kata Dadang.

Hal itu pulalah yang membuat Dadang kembali menegaskan bahwa secara pribadi dan keluarga dirinya melarang sang istri Kurnia Agustina untuk maju dalam bursa pencalonan. Selain memberi kesempatan kader lain terutama kaum laki-laki, ia menilai bahwa jika istrinya maju maka akan menimbulkan dugaan negatif terkait politik dinasti.

Meskipun demikian, Dadang pun tak akan menutup kesempatan kepada tim istrinya yang berencana mengambil formulir. Ia menilai hal itu merupakan hak setiap orang.

"Namun saya sudah sampaikan kepada DPP dan DPD Jabar yang sebenarnya sudah menyatakan keinginan agar Ibu Nia yang maju melanjutkan saya. Alasannya sudah ada hasil survey yang menunjukan ke arah sana. Tetapi saya bilang tidak!," tutur Dadang.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA