Penghujung Tahun Hujan Deras, Kunjungan Wisatawan di KBB Menurun

Pariwisata

Rabu, 1 Januari 2020 | 21:30 WIB

200101213110-pengh.jpg

Dicky Mawardi

HUJAN deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat sepanjang Selasa (31/12) siang sampai Rabu (1/1/2020) pagi, berpengaruh besar terhadap tingkat  kunjungan wisatawan  ke sejumlah objek wisata di Cisarua, Parongpong dan Lembang. Terutama menjelang  malam pergantian tahun, terlihat  lebih sepi.

Penurunan kunjungan wisatawan dibenarkan General Manajer Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Sapto Wahyudi. Menurun hampir setengah dari tingkat kunjungan tahun lalu.

"Jelang malam pergantian tahun, wisatawan yang berkunjung ke TWGC sekitar 1.100 orang. Turun drastis  dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.500 sampai 3.000 orang," kata Sapto di Lembang, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, faktor cuaca dimana hujan turun sepanjang Selasa berpengaruh besar pada tingkat kunjungan wisatawan. Orang menjadi malas pergi berwisata ke Lembang selain karena faktor alam juga terjadi kemacetan lalu lintas.

"Kalau untuk hunian tempat penginapan full, karena memang jauh-jauh hari mereka sudah booking. Sementara wisatawan yang memang untuk berwisata tidak menginap, itulah yang menurun," ungkapnya.

Penurun juga terjadi di objek wisata The Lodge. Padahal pengelola objek wisata tersebut sudah memberikan promo satu tiket untuk dua lokasi, yaitu The Lodge Maribaya dan Fairy Garden.

"Memang cuaca berpengaruh besar pada kunjungan wisatawan. Tahun lalu, pada saat jelang Tahun Baru lebih dari 5.000 wisatawan yang berkunjung, tapi sekarang hanya sekitar 2.700 orang. Turun hampir setengahnya," ungkap Head Marcomm of The Lodge Group Fauziah Puji.

Pada saat hujan turun, wisatawan yang tengah menikmati wahana wisata yang ada ada di The Lodge dan Fairy Garden terpaksa harus berteduh di cafe-cafe, resto dan area tunggu.

"Wahana wisata yang ada di kami sebagian besar out door, jadi ketika hujan turun ya harus menepi untuk berteduh," ujarnya.

Dampak cuaca juga dirasakan 10 objek wisata yang dikelola Perhutani KPH Bandung Utara. Apalagi wahana wisata milik BUMN tersebut seluruhnya berupa wisata alam.

"Hujan memang sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.  Paling terasa hari kemarin saja, tanggal 31 Desember, turunnya sekitar 20 persen. Tapi overall kunjungan sepanjang Desember 2019
terjadi peningkatan sekitar 30 persen dibanding 2018," kata Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin.

Hajat bumi
Sementara itu, objek wisata Dusun Bambu menyambut malam pergantian tahun dengan menggelar Hajat Bumi. Berbagai kesenian dan budaya yang tumbuh berkembang di tanah Sunda ditampilkan pada kegiatan tersebut.

"Kami memiliki komitmen kuat untuk melestarikan budaya Sunda dengan menampilkannya pada saat menjelang pergantian tahun. Ini menjadi momentum yang tempat untuk mengenalkannya kepada wisatawan dari berbagai kota di Indonesia datang ke Dusun Bambu," kata General Manager Dusun Bambu, Endy Tjahyadi.

Ia mengungkapkan, pengemasan serangkaian kegiatan tradisi budaya Sunda menjadi salah satu agenda rutin tahunan yang ada di Dusun Bambu. Bahkan dengan mengusung nilai kearifan lokal tersebut, Dusun Bambu menjadi salah satu ekowisata yang masuk sebagai peserta dalam ajang penghargaan bergengsi ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) tahun 2020.

"Di tahun 2020 juga kami akan ikut ASTA. Kami berharap budaya Sunda bisa menjadi jawara di kancah ASEAN," ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Hengki Kurniawan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Hajat Bumi. Menurutnya, konsep wisata berwawasan lingkungan yang dipadukan dengan seni tradisi budaya Sunda menjadi satu formulasi yang baik.

"Ini patut ditiru oleh pengelola objek wisata lainnya. Sebenarnya tanah Sunda ini kaya akan budaya, salah satunya pencak silat yang telah diakui UNESCO," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA