Menikmati Miniatur Keragaman Budaya Asia Afrika di Lembang

Pariwisata

Selasa, 3 Desember 2019 | 12:51 WIB

191203125221-menik.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith


Menikmati Miniatur Keragaman Budaya Asia Afrika di Lembang

MINIATUR keragaman budaya negara-negara Asia Afrika bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya, objek wisata baru bernama 'The Great Asia Afrika' kini hadir untuk menambah keanekaragaman destinasi wisata di Lembang, yang terkenal sebagai surganya wisata.

Mengusung konsep wisata edukasi budaya, wisatawan yang datang ke tempat ini bisa melihat keragaman budaya di tujuh negara benua Asia dan Afrika. Bukan hanya soal histori, budaya, dan ornamen setiap negara, tapi juga lengkap dengan kuliner tradisionalnya. Sehingga wisatawan yang datang bisa sekaligus mencoba tantangan kuliner dari negara-negara tersebut.

Lokasi destinasi wisata baru ini berada tepat berhadapan dengan objek wisata Farmhouse Susu Lembang di Jalan Raya Bandung-Lembang, Desa Gudangkahuripan, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat. Tempatnya yang berada di atas lahan seluas lima hektare dan tepat berada di dasar lembah, membuat objek wisata ini menawarkan pemandangan alam Kawasan Bandung Utara (KBU) yang memesona.

Saat tiba di objek wisata tersebut, sebelum masuk saja para wisatawan yang datang berkunjung sudah dimanjakan oleh pemandangan indah dari atas ketinggian, serta udara dingin khas dataran tinggi Lembang.


"Miniatur negara Asia Afrika yang dibangun di sini adalah arsitektur rumah tradisional dari Negara Korea, Thailand, India, Jepang, Indonesia, Afrika, dan Timur Tengah," kat Corporate Secretary dan Public Relation The Great Asia Afrika, Intania Setiati di Lembang, Selasa (3/12/2019).

Intan menyebutkan, saat masuk ke lokasi The Great Asia-Afrika, wisatawan bisa merasakan seperti berada di negara-negara tersebut. Mereka juga dapat berswafoto di wahana yang semuanya disulap menjadi perkampungan tradisional dari Asia Afrika.

"Di sini dilengkapi juga dengan keberadaan rumah tradisional, bangunan ikonik, mini zoo, lift, dan fasilitas penunjang lainnya. Jadi memang kami ingin menyuguhkan konsep wisata yang berbeda untuk masyarakat," ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan trial opening sejak 22 November 2019 lalu, sebelum melanunching resmi objek wisata tersebut. Selama trial opening, pengelola memberi diskon 50 persen bagi pengunjung hingga 5 Desember 2019, yakni membayar setengah harga dari tiket masuk sebesar Rp 50.000. Hal itu juga untuk memperkenalkan objek wisata baru ini ke pengunjung.

"Konsepnya memang family leisure dan wisata edukasi. Sehingga kami optimistis ini akan menjadi pilihan tempat favorit baru bagi wisatawan untuk berlibur pada saat libur Natal dan Tahun Baru nanti," ujarnya.

Seorang pengunjung asal Kota Bandung, Othie Aditia (32) mengaku cukup puas bisa mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Banyaknya spot swafoto dan taman-taman, semakin memanjakannya yang memang senang berswafoto.

"Tempatnya sangat luas, baru datang aja, dari kafe samping pintu masuk sudah disuguhin pemandangan keren, itu belum masuk, apalagi pas sudah masuk. Lumayan bisa sambil olahraga kalau ke sini, soalnya banyak jalan karena lokasinya luas," ungkap Othie.

Kendati demikian, Othie berharap sarana dan prasarana yang masih dalam proses penyelesaian di objek wisata tersebut, bisa segera dilengkapi agar membuat pengunjung yang datang semakin dimanjakan.

"Iya, soalnya masih soft opening jadi masih banyak yang sedang dalam proses pembangunan. Termasuk parkirannya yang kurang memadai. Masih banyak mobil parkir liar di pinggir jalan dan menyebabkan kemacetan," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA