Kembangkan Geopark, Pemkab Sukabumi Teken MoU dengan Jepang

Pariwisata

Kamis, 7 November 2019 | 09:58 WIB

191107095952-kemba.jpg

ist


SETELAH melalui berbagai tahapan dan pembahasan intensif, akhirnya pengembangan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) mendapat respon fositif dari Pengelola Izu Peninsula Unesco Global Geopark (IPUGGp). Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama antara CPUGGp dengan IPUGGp di Main Building  Shizuoka Perfecture Jepang, Rabu (6/11/2019).

Nota kesepahaman,  Rabu (6/11/2019) kemarin yang disaksikan Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil  ditandatangani President of Izu Peninsula Geopark Promotion Council, Mr Kikuchi. Sementara perwakilan dari Kabupaten Sukabumi nota kesepahaman tersebut ditandatangi Ketua Badan Pengelola CPUGGp, Iyos Somantri.

Selain gubernur Jawa Barat,  Marwan Hamami dan Gubernur Shizuoka Mr. Heita Kawahatsu, serta Walikota Shimoda City selaku Vice President of Izu  Peninsula Geopark Promotion Council turut menyaksikan.

"Kami merasa bangga atas dukungan maksimal kedua gubernur hingga terjadi  kesepahaman, kata Marwan Hamami kepada pewarta PR, Ahmad Rayadie.

Marwan mengatakan, nota kesepahaman akan segera ditindaklanjuti pada tataran operasionalnya. Diharapkan kerjasama ini nantinya akan memberikan kemajuan yang signifikan bagi kedua geopark. Apalagi keberadaannya,  tidak saja sebagai daerah tujuan wisata,  konservasi dan  pemberdayaan.

"Tapi mengedukasi masyarakat akan pentingnya memelihara taman bumi sebagai warisan geologi. Kami berharap telah ditandatangi kedua belah pihak  bisa  penguatan promosi dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) serta merupakan peluang untuk bisa melakukan export produk hasil pertanian dan perikanan di wilayah pemberdayaan geopark," katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola CPUGGp, Iyos Somantri mengatakan setelah ditandatang MOU dengan President of Izu Peninsula Geopark Promotion Council akan segera melakukan implementing agrement

"Secepatnya kita akan lakukan implementing agrement atau Perjanjian Kerjasama dalam bidang ekonomi, budaya, lingkungan hidup serta pemberdayaan" ungkapnya

Iyos Somantri mengatakan ada beberapa poin penting pada perjanjian yang di tuangkan. Selain  kerja sama di bidang promosi dan pendidikan.

Telah disepakat kedua belah pihak  akan berbagi pengetahuan dalam praktik memperkuat inisiatif bersama masing-masing pihak. Dan perjanjian tersebut dilaksanakan selama 5 tahun dan dapat di perpanjang  melalui surat usulan dari kedua pewakilan.

"Inisiatif-inisiatif tersebut dilaksanakan dalam setiap kegiatan  Pameran geopark, museum bersama atau pusat pengunjung serta mendukung inisiatif sekolah wilayah geopark untuk pembelajaran berbasis internet untuk saling mempromosikan,"katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA