Cadangan Alkohol untuk Hand Sanitizer di Pemkot Solo Menipis

Nasional

Selasa, 24 Maret 2020 | 22:42 WIB

200324222341-cadan.jpg

Tok Suwarto

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, ketika berkoordinasi dengan pihak Kantor Bea Cukai Surakarta untuk mendapatkan keringanan cukai pembelian alkohol

DI TENGAH meningkatnya kebutuhan alkohol untuk hand sanitizer selama status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid 19 di Kota Solo, cadangan

alkohol di Pemkot Solo saat ini sudah menipis. Cadangan tersebut merupakan sisa pengadaan 4.000 liter alkohol 90 persen bantuan dari PT Indo Acidatama, perusahaan agro kimia di kawasan Karanganyar.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan kepada wartawan di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (24/3/2020), semula Pemkot Solo bermaksud membeli 4.000 liter alkohol ke perusahaan agro kimia tersebut.

Namun berdasarkan pertimbangan alkohol akan digunakan untuk kepentingan darurat Covid 19, akhirnya pihak perusahaan agro kimia memberi secara gratis. Dalam upaya menambah cadangan alkohol untuk hand sanitizer yang akan dibagikan secara gratis, Wali Kota Solo akan membeli lagi 6.000 liter ke PT Indo Acidatama.

Berbeda dengan pembelian pertama yang akhirnya digratiskan, menurut Hadi Rudyatmo, kali ini pihaknya akan membayar harga alkohol namun minta keringanan berupa pembebasan cukai.

"Kami akan minta ke Acidatama lagi. Tapi kami koordinasi dulu ke Bea Cukai agar mendapat potongan cukai. Karena cukai alkohol itu lumayan besar," katanya.

Wali Kota  itu mengungkapkan, setiap liter alkohol 90 persen dikenakan cukai sebesar Rp 20.000,-. Berarti untuk membeli 6.000 liter alkohol, Pemkot Solo harus mengeluarkan Rp 120 juta hanya untuk membayar cukai.

Hadi Rudyatmo menjelaskan, alkohol 90 persen tersebut akan diolah menjadi hand sanitizer untuk dibagikan ke seluruh organisasi perangkat daerah dan kantor kecamatan. Selain itu juga untuk melayani masyarakat yang membutuhkan secara cuma-cuma.

"Masyarakat boleh mengambil gratis, maksimal sebotol air mineral. Alkohol itu untuk keperluan perilaku hidup bersih dan sehat, khusus untuk mematikan virus Corona. Penggunaannya tidak untuk rumah sakit, tapi untuk masyarakat umum, di pasar-pasar, kecamatan, kelurahan sebagainya," jelasnya.

Menanggapi permintaan Pemkot Solo, Kepala Kantor Bea dan Cukai Surakarta, Budi Santoso, menyatakan akan mengirim surat ke kantor pusat agar Pemkot Solo mendapat keringanan cukai pembelian alkohol. Dia menegaskan, kontribusi cukai tidak hanya mengumpulkan pajak, tapi juga membantu perekonomian.

"Jika ada masalah seperti ini, kami proses pembebasan 100 persen. Tapi kami tidak punya wewenang, karena itu wewenang pusat berdasarkan laporan kami. Kami memahami, kondisinya mendesak benar-benar butuh," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA